TARAKAN — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Utara tetap melaksanakan salat Istisqa meski hujan telah mengguyur Kota Tarakan pada Kamis (3/9/26).
Salat Istisqa yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WITA harus ditunda karena hujan cukup deras yang mengguyur hampir merata di wilayah Kota Tarakan sejak pagi hari.
Pelaksanaan kemudian dijadwalkan kembali sekitar pukul 10.00 WITA. Meski kondisi cuaca masih gerimis, salat Istisqa tetap dilaksanakan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara, Syamsi Sarman yang juga bertindak sebagai Kotib, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa tidak hanya ditujukan untuk kepentingan Kota Tarakan yang telah mendapatkan hujan, tetapi juga sebagai bentuk doa bagi masyarakat di wilayah lain yang masih menghadapi kondisi panas, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Salat ini bukan kita laksanakan semata-mata untuk kepentingan Kota Tarakan yang sudah turun hujan. Kita juga mendoakan saudara kita di Bulungan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang panas atau kebakaran hutannya sudah cukup memprihatinkan,” ujar Syamsi Sarman usai pelaksanaan salat Istisqa, Kamis (3/9/26).
Kegiatan tersebut melibatkan ribuan peserta yang terdiri dari siswa dan siswi SMP serta SMA Muhammadiyah, warga Muhammadiyah, hingga sejumlah masyarakat umum yang turut mengikuti pelaksanaan salat Istisqa.
Menurut Syamsi, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi bagi para pelajar. Sebagian siswa bahkan mulai mempertanyakan mengenai pengertian dan tujuan dilaksanakannya salat Istisqa.
“Dengan adanya salat Istisqa ini, para siswa dan siswi juga mendapatkan edukasi. Mereka bertanya-tanya, apa itu salat Istisqa. Mudah-mudahan ini menjadi ilmu pengetahuan bagi kita semua,” katanya.
Ia menilai, momentum tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam dalam memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Pelaksanaan salat Istisqa di Kaltara tidak hanya berlangsung di Kota Tarakan. Muhammadiyah juga menjadwalkan kegiatan serupa di Kabupaten Bulungan pada Jumat (4/9/2026).
“Untuk hari ini di Tarakan dan besok Jumat, Insyaallah di Kabupaten Bulungan,” ujar Syamsi.
Selain ikhtiar secara spiritual melalui doa dan salat Istisqa, Muhammadiyah Kaltara juga mengingatkan pentingnya langkah-langkah teknis dalam menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla.
Syamsi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta mendukung upaya petugas dalam menangani titik-titik api yang masih muncul.
“Selain kita berusaha secara spiritual, kita berdoa dan salat Istisqa, tentu usaha-usaha yang sifatnya teknis menjaga lingkungan juga harus dilakukan. Jangan melakukan pembakaran di sembarang tempat,” tegasnya.
Ia berharap ikhtiar spiritual dan langkah nyata di lapangan dapat berjalan beriringan sehingga kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak kekeringan maupun karhutla dapat segera membaik.
“Jadi kita hanya usaha secara spiritual, tapi usaha-usaha yang lain tetap jalan,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post