TARAKAN – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tarakan terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat penerima manfaat periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Kepala Kantor Perum Bulog Divre Tarakan, Zamahsyari Afsolin, mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut telah dimulai setelah dilaunching oleh Wali Kota Tarakan di Kelurahan Karang Anyar Pantai. Selanjutnya, distribusi dilakukan secara paralel di sejumlah kelurahan di Kota Tarakan.
“Untuk periode Juli sampai September ini terdapat 30.267 penerima bantuan pangan,” ujar Zamahsyari.
Setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk tiga bulan, dengan alokasi masing-masing 10 kilogram per bulan. Berbeda dengan periode sebelumnya, bantuan kali ini hanya berupa beras dan tidak disertai minyak goreng.
Menurut Zamahsyari, jenis bantuan tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Sementara Bulog berperan sebagai operator dalam pelaksanaan dan pendistribusian bantuan pangan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, distribusi bantuan dari Bulog ke tingkat kelurahan telah mencapai sekitar 62 persen, sedangkan bantuan yang telah diterima langsung oleh masyarakat mencapai sekitar 42 persen.
“Penyaluran ini kami kejar sampai 30 September, sesuai batas waktu yang diberikan pemerintah,” katanya.
Zamahsyari menjelaskan, penerima bantuan pangan tersebut berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Selain data penerima utama, terdapat pula mekanisme penggantian bagi penerima yang belum mendapatkan bantuan, tetapi masih berada dalam kategori desil 1-4.
“Untuk penggantian juga diperbolehkan bagi yang belum mendapatkan bantuan tetapi masih masuk desil 1 sampai 4,” jelasnya.
Penyaluran dilakukan melalui masing-masing kelurahan. Namun, khusus warga Kelurahan Sebengkok, penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Bulog Tarakan karena pertimbangan jarak dan permintaan dari pihak kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, Bulog juga memprioritaskan wilayah yang berada cukup jauh. Salah satunya Kelurahan Karang Anyar Pantai yang menjadi lokasi peluncuran karena memiliki jumlah penerima bantuan pangan cukup besar.
Dibandingkan periode sebelumnya, jumlah penerima bantuan pangan di Kota Tarakan mengalami penurunan. Zamahsyari menyebut penurunannya sekitar seratusan penerima, bahkan dibandingkan periode Februari-Maret terdapat penurunan sekitar 127 penerima.
Penurunan tersebut diduga berkaitan dengan adanya perubahan data dan kategori desil penerima.
“Memang karena perubahan data. Bulog ini kan operator, jadi data penerima sudah disediakan. Kami hanya mendistribusikan sesuai data yang diserahkan,” bebernya.(*)












Discussion about this post