TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan hingga saat ini tercatat telah terjadi di 36 titik dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 80 hektare. Hingga hari ini, Kota Tarakan sudah masuk Zero Karhutla.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Yonsep, mengatakan puluhan kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kota Tarakan, dengan titik kejadian terbanyak berada di Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Timur.
“Data yang kita punya, dari 36 titik kejadian kebakaran ini sudah memakan luas sekitar 80 hektare. Itu keseluruhan, akumulasi di Kota Tarakan,” ujar Yonsep.
Menurutnya, salah satu lokasi dengan luasan lahan terbakar terbesar berada di kawasan Juata Permai. Di lokasi tersebut, kebakaran tercatat menghanguskan lahan sekitar 16 hektare.
Selain lahan terbuka, kebakaran juga sempat merembet ke sejumlah area yang berada di sekitar permukiman maupun lahan masyarakat. Penanganan kebakaran yang sudah mendekati permukiman menjadi kewenangan Pemadam Kebakaran (PMK).
Yonsep menyebut, selama kejadian karhutla, terdapat pula dua pondok serta sebuah kandang ayam yang sempat terdampak kebakaran. Namun, bangunan tersebut tidak sampai terbakar seluruhnya karena api berhasil ditangani.
“Pernah ada kandang ayam yang terbakar, tetapi tidak total. Sempat kita tangani,” katanya.
Ia menambahkan, kebakaran juga sempat terjadi di kawasan hutan, salah satunya di Gunung Slipi Kampung Satu. Api di kawasan tersebut dapat segera ditangani melalui kolaborasi bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
“Di mana ada kebakaran, baik lahan, kebun maupun hutan, KPH pasti ada. Jadi memang kita berkolaborasi dalam penanganannya,” pungkasnya.(*)












Discussion about this post