TARAKAN – Pelaksanaan misi dagang antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara turut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pangan dan bahan pokok bagi masyarakat.
Kepala Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan kerja sama perdagangan antardaerah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
“Dari sisi Kalimantan dalam konteks inflasi, bagaimana agar kebutuhan pangan, kebutuhan makanan sehari-hari, kebutuhan masyarakat terpenuhi. Salah satunya melalui kerja sama antara Kalimantan Utara dan Jawa Timur,” ujar Agus.
Menurutnya, hingga saat ini kondisi inflasi di Kalimantan Utara relatif terjaga. Berdasarkan data terakhir yang disampaikannya, inflasi berada pada angka 2,17 persen.
Agus juga menyebut Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah dengan tingkat inflasi yang rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan berjalan cukup baik.
Bahkan, menurut informasi yang diterimanya dari Gubernur Kalimantan Utara, kondisi pengendalian inflasi di Kaltara dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kita bisa jadi dinilai sebagai narasumber untuk sharing success dari Pak Gubernur kepada pemerintah daerah yang lain,” katanya.
Agus mengakui, Kalimantan Utara masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Namun, berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat.
“Walaupun kita daerah yang secara terutama di sektor pangan masih banyak pendatangan dari luar, tetapi dalam program-program pengendalian inflasi di Kalimantan Utara termasuk cukup berhasil dengan angka inflasi yang terjaga,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post