TARAKAN – Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan menggelar simulasi penanganan kebakaran akibat kebocoran gas untuk menguji kesiapsiagaan dan kecepatan respons personel di lapangan.
Simulasi kali ini dipusatkan di salah satu kafe yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tarakan. Kegiatan tersebut dibuat menyerupai kejadian nyata agar personel dapat menguji kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Kepala Bidang Kebakaran PMK Kota Tarakan Eko S Noko menjelaskan, simulasi dilakukan secara informatif dan hanya diketahui oleh jajaran pimpinan. Informasi kejadian disampaikan sekitar pukul 13.03 WITA, kemudian regu piket langsung dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam simulasi tersebut, terdiri dari regu dari sektor barat dan Markas Komando (Mako). Dua unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengukur waktu respons. Hasilnya, unit dari sektor barat tiba sekitar empat menit setelah menerima informasi, disusul unit dari Mako sekitar satu menit kemudian.
Dalam simulasi, PMK juga memperagakan teknik penanganan kebakaran yang melibatkan tabung gas 12 kilogram. Penanganan kebakaran gas memiliki prosedur berbeda karena api tidak cukup dipadamkan hanya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Petugas terlebih dahulu melakukan penyemprotan menggunakan nozzle untuk mengendalikan api dan mendinginkan sumber gas. Setelah sumber gas berhasil diamankan, barulah proses pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh. Simulasi pemadaman berlangsung sekitar tujuh menit hingga kondisi dinyatakan aman.
Menurutnya, latihan semacam ini rutin dilakukan PMK Tarakan, termasuk bersama pengelola perkantoran, restoran, dan sejumlah fasilitas lainnya. Edukasi tersebut penting karena masyarakat memiliki peran dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam tiba.
Ia menekankan, tahap awal kebakaran merupakan golden time yang sangat menentukan. Api yang dapat dikendalikan sejak awal berpotensi mencegah kebakaran meluas.
“Prinsip paling utama dalam kebakaran adalah melokalisir atau memblok supaya api tidak meluas. Itu yang terus kami edukasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya PMK Kota Tarakan meningkatkan kesiapsiagaan personel agar mampu bergerak cepat dan menerapkan prosedur penanganan sesuai karakteristik kebakaran di lapangan.(*)











Discussion about this post