TARAKAN – Efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tarakan dalam mempertahankan gelar juara umum. Karena itu, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) menyusun strategi yang realistis dengan memprioritaskan potensi atlet dan peluang meraih medali, Sabtu (10/10/2026).
Pesan tersebut disampaikan Ibnu Saud saat membuka Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Tarakan di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri 47 pengurus kota cabang olahraga di bawah naungan KONI Tarakan.
Menurut Ibnu Saud, mempertahankan gelar juara umum bukan perkara mudah. Persaingan dengan daerah lain yang juga berambisi merebut posisi tersebut menuntut adanya perencanaan matang, koordinasi yang kuat, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan, upaya mempertahankan prestasi olahraga Tarakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, KONI maupun cabang olahraga. Dukungan masif dari seluruh masyarakat Tarakan juga sangat diperlukan,” ujarnya.
Ibnu Saud menilai, keterbatasan anggaran harus disikapi dengan penyesuaian strategi, termasuk menentukan target prestasi secara terukur. Setiap cabang olahraga diminta mengevaluasi kemampuan atlet serta memetakan peluang untuk menyumbangkan medali.
Dengan pemetaan tersebut, dukungan dan sumber daya diharapkan dapat dialokasikan secara efektif kepada cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi lebih besar.
“Target-target itu harus lebih terukur. Apa yang kira-kira bisa kita capai, itu yang kita kejar. Kalau ada cabang olahraga yang peluangnya kecil, perlu dipertimbangkan bagaimana mengalihkan dukungan ke cabang yang benar-benar berpotensi mendapatkan medali,” jelasnya.
Ia berharap rapat kerja KONI mampu menghasilkan keputusan konkret, bukan sekadar menjadi agenda pertemuan rutin. Pembahasan harus mempertimbangkan kemampuan atlet, kondisi anggaran, dan peluang masing-masing cabang olahraga agar persiapan menghadapi kompetisi berjalan lebih terarah.
Selain strategi, Ibnu Saud juga menekankan pentingnya soliditas dan keterbukaan di antara pengurus. Perbedaan pandangan, menurutnya, harus diselesaikan melalui diskusi yang konstruktif dan tidak boleh menghambat pencapaian target bersama.
“Kita ingin semua datang dengan pikiran terbuka. Tujuannya adalah mempertahankan gelar juara umum, berarti kita harus menyatukan langkah. Kalau langkah kita berbeda-beda, kita bisa tersandung,” katanya.
Ia pun mengibaratkan tantangan dalam perjalanan meraih prestasi sebagai batu yang dapat menjadi penghalang sekaligus pijakan untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi.
“Dalam hidup kita pasti bertemu batu. Batu itu bisa menjadi batu sandungan, bisa juga menjadi batu loncatan. Tergantung kita, bagaimana melihat dan menghadapinya,” tuturnya.
Melalui rapat kerja tersebut, Ibnu Saud berharap seluruh pengurus cabang olahraga dapat memperkuat koordinasi, menyatukan visi, dan menyusun langkah strategis yang realistis. Dengan soliditas dan pemanfaatan sumber daya secara optimal, Tarakan diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi sekaligus mempertahankan gelar juara umum.(*)











Discussion about this post