TARAKAN – Hampir 300 siswa SMP Negeri 1 Tarakan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, seperti batuk, flu, dan demam. Laporan tersebut dihimpun pihak sekolah melalui wali kelas setelah Kepala SMPN 1 Tarakan, Mohammad Rachmat, meminta pendataan siswa yang sedang sakit.
Rachmat mengatakan pendataan dilakukan dalam satu hari setelah dirinya meminta wali kelas menanyakan kondisi kesehatan siswa kepada orang tua. Jumlah laporan yang masuk mendekati 300 siswa, meskipun pendataan tersebut belum mencakup seluruh kelas di sekolah itu.
“Coba wali kelas tanyakan siapa saja anak-anak yang sedang sakit. Itu hampir 300 anak dalam satu hari, dan itu belum semua kelas,” ungkap Rachmat.
Meski laporan tersebut muncul di tengah kondisi kabut asap, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah keluhan kesehatan para siswa berkaitan langsung dengan paparan asap atau disebabkan faktor lain. Ia menyebut ada pula laporan siswa mengalami muntah, tetapi penyebabnya masih perlu ditelusuri.
Rachmat mengaku khawatir kondisi siswa yang sedang sakit dapat memburuk apabila tetap beraktivitas di sekolah, terutama jika terpapar kabut asap dan tidak menggunakan masker. Karena itu, ia sempat mempertimbangkan penerapan pembelajaran dari rumah. Namun, hingga saat ini SMPN 1 Tarakan masih menjalankan pengurangan jam belajar sesuai arahan dalam surat edaran Dinas Pendidikan.(*)













Discussion about this post