Rabu, 3 Juni 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Bulungan

Ahli Hukum: KDRT Berujung Memar, Polisi Wajib Tindak Lanjuti

by Admin
01/09/2025
in Bulungan, Daerah, Hukum & Kriminal
A A
Ahli Hukum: KDRT Berujung Memar, Polisi Wajib Tindak Lanjuti

Ahli hukum pidana menyoroti penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

SB, TARAKAN – Ahli hukum pidana menyoroti penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang belum lama terjadi di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Padahal, dengan bukti fisik seperti memar sudah cukup untuk menindaklanjuti kasus KDRT.

Baca Juga

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Tarakan Perkuat Sinergi dengan Komunitas Ojek Online dan Masyarakat

Anggota DPRD Tarakan Minta Pemerintah Selidiki Penyebab Gagal Panen Nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut di Mamburungan

Satresnarkoba Polres Tarakan dan Tim Gabungan Ungkap Peredaran Sabu, Tiga Terduga Diamankan

Sebelumnya, terjadi peristiwa dugaan KDRT pada Senin, 9 Desember 2024 malam sekira pukul 19.30 Wita di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, dimana berdasarkan pengakuan korban PI (24) mengalami memar disekujur tubuh.

Namun, berdasarkan keterangan Kapolsek Bunyu, AKP Luzman Aziz pihaknya belum menemukan cukup bukti dalam pemenuhan pasal 44 tentang penghapusan Kekerasan KDRT.

Dengan demikian, pihaknya masih menunggu keterangan ahli untuk menetapkan layak tidaknya perkara teraebut ke penyidikan.

Dosen Hukum Pidana Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr. Aris Irawan, S.H.,M.H.,CPM.menyatakan, menurut yurisprudensi atau keputusan hakim terdahulu yang dijadikan pedoman oleh hakim lainnya dalam memutuskan perkara yang serupa, maka yang dinamakan penganiayaan ialah perbuatan yang menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, dan menyebabkan luka-luka.

“Adanya memar disekujur tubuh pada seseorang, dapat dikategorikan dugaan penganiayaan,” terang Aris Irawan.

Tak hanya itu, adanya kekerasan psikis dan fisik diatur dalam Undang-undang (UU) KDRT sebagai perbuatan pidana.

“Seharusnya, tidak ada alasan bagi Kepolisian untuk tidak menindaklanjuti kasus KDRT,”

Diterangkan juga Aris Irawan, adanya dua alat bukti atau bukti permulaan dinilai cukup untuk dapat menduga terjadinya perbuatan penganiayaan. Sudah seharusnya kepolisian memproses perbuatan tersebut.

“Tidak ada alasan untuk tidak memproses laporan KDRT,” terangnya.

Lebih lanjut, KDRT yang menimbulkan rasa sakit maupun memar masuk dalam delik biasa. Artinya, tindak pidana tersebut dapat diproses tanpa persetujuan atau laporan dari korban atau pihak yang dirugikan.

Sekalipun tidak ada pengaduan dari korban, masyarakat bisa mengadukan ke Kepolisian.

“Kepolisian bisa melakukan proses pemeriksaan baik ditingkat penyelidikan dan penyidikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dr. Aris Irawan menilai pada Pasal 44 UU No. 23/2004 tentang KDRT telah terpenuhi.

“Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana dimaksud pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,” berdasarkan pasal 44 huruf a No. 23/2004 tentang KDRT.

Aris Irawan juga mengatakan, dilihat dari uraian KDRT dengan bukti kekerasan fisik yang disertai foto memar dan hasil visum. Maka dapat dapat dikatagorikan dalam unsur objektif.

Ia menjelaskan, unsur objektif dalam hukum artinya unsur yang berkaitan dengan perbuatan itu sendiri, seperti tindakan fisik yang melanggar hukum.

Selain itu terdapat pula unsur subjektifnya, maka semua unsur dapat dipenuhi dan perbuatannya bisa diduga dikategorikan masuk perbuatan yang melanggar UU KDRT.

Unsur subjektif yang meliputi, kesengajaan atau ketidaksengajaan, dimana hal tersebut berkaitan dengan diri pelaku suatu perbuatan.

“Sehingga, seharusnya pelaku mempertanggungjawabkan perbuatanya sesuai ketentuan pidana yang dilanggarnya,” tutupnya. (OC)

Tags: Ahli HukumBulunganKDRT

Berita Lainnya

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Tarakan Perkuat Sinergi dengan Komunitas Ojek Online dan Masyarakat

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Tarakan Perkuat Sinergi dengan Komunitas Ojek Online dan Masyarakat

by Redaksi
06/02/2026
0

Tarakan – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan menggelar kegiatan “Polantas Menyapa Bersama Komunitas Ojek...

Anggota DPRD Tarakan Minta Pemerintah Selidiki Penyebab Gagal Panen Nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut di Mamburungan

Anggota DPRD Tarakan Minta Pemerintah Selidiki Penyebab Gagal Panen Nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut di Mamburungan

by Redaksi
06/02/2026
0

Tarakan – Anggota DPRD Kota Tarakan, Asrin R. Saleh, meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan untuk segera melakukan penelitian dan...

Satresnarkoba Polres Tarakan dan Tim Gabungan Ungkap Peredaran Sabu, Tiga Terduga Diamankan

Satresnarkoba Polres Tarakan dan Tim Gabungan Ungkap Peredaran Sabu, Tiga Terduga Diamankan

by Redaksi
06/02/2026
0

Tarakan – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tarakan bersama Subdit I Ditresnarkoba Polda Kalimantan Utara, BNN Provinsi Kalimantan Utara, BNN...

Debat Pelajar Demokrasi Bawaslu Nunukan Ke-4 Kembali di Gerlar, 26 Tim Sekolah Adu Kritis Gagasan Demokrasi di Perbatasan

Debat Pelajar Demokrasi Bawaslu Nunukan Ke-4 Kembali di Gerlar, 26 Tim Sekolah Adu Kritis Gagasan Demokrasi di Perbatasan

by Redaksi
06/01/2026
0

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan resmi menggelar kegiatan Debat Pelajar Demokrasi ke-4 yang diikuti 26 sekolah tingkat SMA,...

Hari Lahir Pancasila 2026 Diperingati Khidmat di Tarakan, Generasi Muda Diajak Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

Hari Lahir Pancasila 2026 Diperingati Khidmat di Tarakan, Generasi Muda Diajak Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

by Redaksi
06/01/2026
0

TARAKAN – Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung khidmat di Kota Tarakan, Senin (1/6/2026). Pelaksana Tugas (Plt.) Wali...

Personel Polres Tarakan Laksanakan Patroli Dialogis Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Personel Polres Tarakan Laksanakan Patroli Dialogis Dukung Ketahanan Pangan Nasional

by Redaksi
05/29/2026
0

Tarakan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, personel Polres Tarakan melaksanakan kegiatan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat dan...

Next Post
Mutasi Kendaraan dan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Meningkat Drastis

Mutasi Kendaraan dan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Meningkat Drastis

Ujian Nasional Digelar Kembali? Kadisdik Tarakan: Beda Skema Ukur Kualitas Pendidikan

Ujian Nasional Digelar Kembali? Kadisdik Tarakan: Beda Skema Ukur Kualitas Pendidikan

Ombudsman Sebut RSUD dr. Jusuf SK Terkendala Dokter Kemoterapi

Ombudsman Sebut RSUD dr. Jusuf SK Terkendala Dokter Kemoterapi

Discussion about this post

Terlaris

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Tarakan Perkuat Sinergi dengan Komunitas Ojek Online dan Masyarakat

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Tarakan Perkuat Sinergi dengan Komunitas Ojek Online dan Masyarakat

06/02/2026
Anggota DPRD Tarakan Minta Pemerintah Selidiki Penyebab Gagal Panen Nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut di Mamburungan

Anggota DPRD Tarakan Minta Pemerintah Selidiki Penyebab Gagal Panen Nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut di Mamburungan

06/02/2026
Satresnarkoba Polres Tarakan dan Tim Gabungan Ungkap Peredaran Sabu, Tiga Terduga Diamankan

Satresnarkoba Polres Tarakan dan Tim Gabungan Ungkap Peredaran Sabu, Tiga Terduga Diamankan

06/02/2026
Debat Pelajar Demokrasi Bawaslu Nunukan Ke-4 Kembali di Gerlar, 26 Tim Sekolah Adu Kritis Gagasan Demokrasi di Perbatasan

Debat Pelajar Demokrasi Bawaslu Nunukan Ke-4 Kembali di Gerlar, 26 Tim Sekolah Adu Kritis Gagasan Demokrasi di Perbatasan

06/01/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com