Sabtu, 29 Agustus 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Bulungan

Ahli Hukum: KDRT Berujung Memar, Polisi Wajib Tindak Lanjuti

by Admin
01/09/2025
in Bulungan, Daerah, Hukum & Kriminal
A A
Ahli Hukum: KDRT Berujung Memar, Polisi Wajib Tindak Lanjuti

Ahli hukum pidana menyoroti penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

SB, TARAKAN – Ahli hukum pidana menyoroti penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang belum lama terjadi di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Padahal, dengan bukti fisik seperti memar sudah cukup untuk menindaklanjuti kasus KDRT.

Baca Juga

Kodim 0907/Tarakan Gelar Salat Istisqa, Antisipasi Dampak Kemarau

POGI Kaltara Gelar Screening Ibu Hamil Gratis melalui Program SPRINT dan Merdeka Stunting

NasDem Kaltara Bagikan 1.100 Sak Beras Premium kepada Warga di Tarakan

Sebelumnya, terjadi peristiwa dugaan KDRT pada Senin, 9 Desember 2024 malam sekira pukul 19.30 Wita di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, dimana berdasarkan pengakuan korban PI (24) mengalami memar disekujur tubuh.

Namun, berdasarkan keterangan Kapolsek Bunyu, AKP Luzman Aziz pihaknya belum menemukan cukup bukti dalam pemenuhan pasal 44 tentang penghapusan Kekerasan KDRT.

Dengan demikian, pihaknya masih menunggu keterangan ahli untuk menetapkan layak tidaknya perkara teraebut ke penyidikan.

Dosen Hukum Pidana Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr. Aris Irawan, S.H.,M.H.,CPM.menyatakan, menurut yurisprudensi atau keputusan hakim terdahulu yang dijadikan pedoman oleh hakim lainnya dalam memutuskan perkara yang serupa, maka yang dinamakan penganiayaan ialah perbuatan yang menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, dan menyebabkan luka-luka.

“Adanya memar disekujur tubuh pada seseorang, dapat dikategorikan dugaan penganiayaan,” terang Aris Irawan.

Tak hanya itu, adanya kekerasan psikis dan fisik diatur dalam Undang-undang (UU) KDRT sebagai perbuatan pidana.

“Seharusnya, tidak ada alasan bagi Kepolisian untuk tidak menindaklanjuti kasus KDRT,”

Diterangkan juga Aris Irawan, adanya dua alat bukti atau bukti permulaan dinilai cukup untuk dapat menduga terjadinya perbuatan penganiayaan. Sudah seharusnya kepolisian memproses perbuatan tersebut.

“Tidak ada alasan untuk tidak memproses laporan KDRT,” terangnya.

Lebih lanjut, KDRT yang menimbulkan rasa sakit maupun memar masuk dalam delik biasa. Artinya, tindak pidana tersebut dapat diproses tanpa persetujuan atau laporan dari korban atau pihak yang dirugikan.

Sekalipun tidak ada pengaduan dari korban, masyarakat bisa mengadukan ke Kepolisian.

“Kepolisian bisa melakukan proses pemeriksaan baik ditingkat penyelidikan dan penyidikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dr. Aris Irawan menilai pada Pasal 44 UU No. 23/2004 tentang KDRT telah terpenuhi.

“Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana dimaksud pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,” berdasarkan pasal 44 huruf a No. 23/2004 tentang KDRT.

Aris Irawan juga mengatakan, dilihat dari uraian KDRT dengan bukti kekerasan fisik yang disertai foto memar dan hasil visum. Maka dapat dapat dikatagorikan dalam unsur objektif.

Ia menjelaskan, unsur objektif dalam hukum artinya unsur yang berkaitan dengan perbuatan itu sendiri, seperti tindakan fisik yang melanggar hukum.

Selain itu terdapat pula unsur subjektifnya, maka semua unsur dapat dipenuhi dan perbuatannya bisa diduga dikategorikan masuk perbuatan yang melanggar UU KDRT.

Unsur subjektif yang meliputi, kesengajaan atau ketidaksengajaan, dimana hal tersebut berkaitan dengan diri pelaku suatu perbuatan.

“Sehingga, seharusnya pelaku mempertanggungjawabkan perbuatanya sesuai ketentuan pidana yang dilanggarnya,” tutupnya. (OC)

Tags: Ahli HukumBulunganKDRT

Berita Lainnya

Kodim 0907/Tarakan Gelar Salat Istisqa, Antisipasi Dampak Kemarau

Kodim 0907/Tarakan Gelar Salat Istisqa, Antisipasi Dampak Kemarau

by Redaksi
08/29/2026
0

TARAKAN– Menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan, Kodim 0907/Tarakan menggelar salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya...

POGI Kaltara Gelar Screening Ibu Hamil Gratis melalui Program SPRINT dan Merdeka Stunting

POGI Kaltara Gelar Screening Ibu Hamil Gratis melalui Program SPRINT dan Merdeka Stunting

by Redaksi
08/29/2026
0

TARAKAN — Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui POGI Pusat bersama PT Pegadaian menggelar program SPRINT (Serentak Menyelamatkan Perempuan...

NasDem Kaltara Bagikan 1.100 Sak Beras Premium kepada Warga di Tarakan

NasDem Kaltara Bagikan 1.100 Sak Beras Premium kepada Warga di Tarakan

by Redaksi
08/29/2026
0

TARAKAN — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalimantan Utara (Kaltara) menyalurkan bantuan sosial berupa 1.100 sak beras premium kepada...

Supa’ad Hadianto: Struktur NasDem Kaltara 100 Persen, Kini Bidik Fraksi Mandiri

Supa’ad Hadianto: Struktur NasDem Kaltara 100 Persen, Kini Bidik Fraksi Mandiri

by Redaksi
08/29/2026
0

TARAKAN – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, memastikan konsolidasi dan penguatan mesin partai terus berjalan meski...

NasDem Targetkan Kembali Raih Kursi DPR RI di Dapil Kaltara pada 2029

NasDem Targetkan Kembali Raih Kursi DPR RI di Dapil Kaltara pada 2029

by Redaksi
08/29/2026
0

TARAKAN — Partai NasDem terus memperkuat konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan mulai dari tingkat...

NasDem Ingin Punya Fraksi Sendiri di DPRD Kaltara pada 2029

NasDem Ingin Punya Fraksi Sendiri di DPRD Kaltara pada 2029

by Redaksi
08/28/2026
0

TARAKAN — Partai NasDem Kalimantan Utara menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Provinsi Kaltara pada Pemilu 2029. Partai tersebut ingin memiliki...

Next Post
Mutasi Kendaraan dan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Meningkat Drastis

Mutasi Kendaraan dan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Meningkat Drastis

Ujian Nasional Digelar Kembali? Kadisdik Tarakan: Beda Skema Ukur Kualitas Pendidikan

Ujian Nasional Digelar Kembali? Kadisdik Tarakan: Beda Skema Ukur Kualitas Pendidikan

Ombudsman Sebut RSUD dr. Jusuf SK Terkendala Dokter Kemoterapi

Ombudsman Sebut RSUD dr. Jusuf SK Terkendala Dokter Kemoterapi

Discussion about this post

Terlaris

Kodim 0907/Tarakan Gelar Salat Istisqa, Antisipasi Dampak Kemarau

Kodim 0907/Tarakan Gelar Salat Istisqa, Antisipasi Dampak Kemarau

08/29/2026
POGI Kaltara Gelar Screening Ibu Hamil Gratis melalui Program SPRINT dan Merdeka Stunting

POGI Kaltara Gelar Screening Ibu Hamil Gratis melalui Program SPRINT dan Merdeka Stunting

08/29/2026
NasDem Kaltara Bagikan 1.100 Sak Beras Premium kepada Warga di Tarakan

NasDem Kaltara Bagikan 1.100 Sak Beras Premium kepada Warga di Tarakan

08/29/2026
Supa’ad Hadianto: Struktur NasDem Kaltara 100 Persen, Kini Bidik Fraksi Mandiri

Supa’ad Hadianto: Struktur NasDem Kaltara 100 Persen, Kini Bidik Fraksi Mandiri

08/29/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com