TARAKAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menyiapkan rangkaian kegiatan dalam Pekan QRIS Nasional 2026 di daerah. Selain menggelar KALTALIS (Kalimantan Utara Digital QRIS)**, Bank Indonesia juga akan menyelenggarakan Kaltara Run yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2026 di Kota Tarakan.
Kepala KPwBI Kaltara, Agus Taufik, mengatakan Kaltara Run dirancang sebagai ajang olahraga yang terbuka bagi masyarakat sekaligus menjadi media untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Jadi nanti kami akan menyelenggarakan event lari atau fun run yang terbuka bagi masyarakat Kota Tarakan dan mungkin juga ada peserta dari daerah lainnya,” ujar Agus saat High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tarakan Semester I Tahun 2026.
Ia menjelaskan, Kaltara Run menargetkan sedikitnya 1.500 peserta. Seluruh proses pendaftaran akan dilakukan menggunakan QRIS sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan transaksi digital di masyarakat.
“Kaltara Run merupakan ajang lari pada 16 Agustus 2026 dengan target 1.500 peserta. Nanti pendaftaran dilakukan melalui QRIS dan seluruh biaya pendaftaran rencananya akan disalurkan untuk kegiatan donasi,” katanya.
Menurut Agus, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan penggunaan QRIS, tetapi juga memperluas literasi sistem pembayaran digital kepada masyarakat.
Selain itu, penyelenggaraan Kaltara Run diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang berada di Kota Tarakan.
“Momentum kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengguna dan transaksi QRIS di masyarakat. Kemudian juga meningkatkan literasi, dan tentunya kami harapkan dapat memberikan multiplier effect bagi pelaku UMKM, khususnya yang ada di Kota Tarakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan masih terdapat sejumlah aspek implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang perlu terus diperkuat bersama seluruh anggota TP2DD.
Salah satu fokus utama, kata dia, adalah mempercepat digitalisasi pada seluruh jenis retribusi daerah.
Menurutnya, semakin banyak transaksi yang beralih ke kanal digital, maka pengelolaan penerimaan daerah akan semakin transparan dan akuntabel.
“Kami memandang masih terdapat beberapa ruang yang dapat kita optimalkan bersama. Pertama adalah bagaimana mempercepat digitalisasi pada seluruh jenis retribusi daerah. Semakin banyak transaksi yang beralih ke kanal digital, maka pengelolaan penerimaan akan semakin transparan, akuntabel dan bertata kelola sehingga potensi kebocoran dapat kita minimalkan,” jelas Agus.
Ia juga menyoroti sektor perparkiran dan pasar sebagai dua sektor yang masih memiliki peluang besar untuk memperluas implementasi pembayaran digital.
Menurutnya, penggunaan QRIS pada sektor tersebut akan memudahkan pencatatan seluruh transaksi, terutama karena sebagian pengelolaannya melibatkan pihak ketiga.
“Kami melihat sektor perparkiran dan pasar menjadi salah satu prioritas yang perlu terus kita dorong. Mengingat sebagian pengelolaannya melibatkan pihak ketiga, implementasi pembayaran menggunakan QRIS akan membantu memastikan seluruh transaksi tercatat secara elektronik,” katanya.
Selain itu, Bank Indonesia turut mendorong Pemerintah Kota Tarakan agar terus meningkatkan pemanfaatan **Kartu Kredit Indonesia (KKI)** atau **Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD)** dalam transaksi belanja pemerintah.
Agus mengatakan penggunaan KKPD tidak hanya bertujuan memenuhi ketentuan pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari percepatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah.
“Kami juga mendorong Pemerintah Kota Tarakan dan berbagai OPD, tentunya dengan dukungan Bankaltimtara, untuk terus meningkatkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia atau KKPD. Selain untuk memenuhi ketentuan minimal 40 persen penggunaan uang persediaan sesuai Permendagri, pemanfaatan KKPD juga menjadi bagian penting dalam mempercepat digitalisasi belanja pemerintah daerah,” ujarnya.
Agus menegaskan Bank Indonesia bersama Bankaltimtara akan terus mendampingi Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui TP2DD.
“Tentunya kami, Bank Indonesia bersama Bankaltimtara, siap terus bersinergi bersama seluruh OPD di Kota Tarakan dalam mewujudkan target-target digitalisasi tersebut melalui TP2DD,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post