Kamis, 10 September 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah

Edukasi PMI Deportan, Donal: Ini Bukan Prestasi, Tapi Musibah yang Harus Dihentikan!

by Admin
08/03/2025
in Daerah, Hukum & Kriminal, Kaltara, Nunukan
A A
Edukasi PMI Deportan, Donal: Ini Bukan Prestasi, Tapi Musibah yang Harus Dihentikan!

FOTO : Anggota DPRD Nunukan saat memberikan edukasi ke sejumlah korban deportasi di Rusunawa tempat mereka ditampung sementara.

SB, NUNUKAN – Keprihatinan terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportan dari Malaysia kembali disuarakan oleh Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Donal S.Pd. Dalam kunjungannya ke Rusunawa Nunukan pada Jumat (1/8/2025), Donal memberikan edukasi kepada 108 PMI yang baru saja dideportasi, termasuk 18 orang yang dipulangkan karena kasus narkoba.

Donal menekankan pentingnya menempuh jalur legal untuk bekerja di luar negeri. Ia mengingatkan bahwa bekerja sebagai migran bukan hal yang terlarang, tetapi harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Baca Juga

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

“Bekerja di luar negeri bukan hal yang dilarang, tetapi harus melalui prosedur hukum dan imigrasi yang berlaku,” tegasnya.

Ia memperingatkan bahwa tindakan nekat memilih jalur ilegal akan terus membawa masalah bagi diri sendiri dan keluarga.

“Kalau masih nekat lewat jalur ilegal, kalian akan terus-terusan menyusahkan diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

Selain menyampaikan peringatan, Donal juga menyoroti kondisi sebagian besar PMI yang pulang tanpa hasil yang layak. Ia menyayangkan perilaku konsumtif yang kerap terjadi.

“Uangnya habis hanya untuk kesenangan sesaat, padahal itu bisa dipakai untuk bangun rumah, menyekolahkan anak, atau tabungan masa depan,” sebutnya.

Khusus untuk 18 PMI yang terjerat kasus narkoba, Donal memaparkan gambaran konkret kerugian finansial yang mereka alami akibat kecanduan.

“Coba bayangkan, satu hari habis Rp200 ribu untuk narkoba, dalam sebulan bisa Rp6 juta. Dalam setahun itu sudah cukup untuk beli tanah atau modal usaha kecil,” paparnya.

Tak hanya itu, Donal juga menyoroti lemahnya kesadaran para PMI dalam mengurus dokumen keimigrasian. Menurutnya, keberadaan dokumen resmi sangat penting sebagai bentuk perlindungan hukum saat berada di luar negeri.

“Kalau kalian tidak punya dokumen, lalu terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab? Tidak ada. Negara pun susah bantu kalau kalian ilegal,” ujarnya serius.

Donal turut menyinggung dampak deportasi terhadap keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman. Ia menyayangkan bahwa banyak PMI adalah tulang punggung keluarga yang justru menjadi beban karena tindakan mereka sendiri.

“Selama kalian ditahan, siapa yang kasih makan anak istri kalian? Tidak ada. Kalian sudah menyusahkan keluarga kalian sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Donal mengimbau para PMI untuk tidak lagi menggunakan jalur ilegal. Ia mendorong mereka untuk mengurus dokumen secara resmi dan meminta bantuan pada lembaga-lembaga yang berwenang.

“Lebih baik kalian urus dokumen dengan benar, datang ke kantor imigrasi, minta bantuan ke BP2MI, atau DPRD, TNI, atau Polri. Kita bantu kalau memang kalian hendak bekerja resmi ke luar negeri,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap warga Nunukan yang berkali-kali dideportasi dari Malaysia.

“Ini bukan prestasi, justru musibah yang harus dihentikan,” tegasnya.

Donal mengingatkan bahwa deportasi tidak hanya berdampak psikologis, tapi juga administratif karena nama PMI yang dideportasi akan masuk daftar hitam pemerintah Malaysia selama lima tahun.

Sebagai alternatif, Donal mendorong para eks PMI untuk melihat peluang kerja di daerah sendiri. Ia menyebut sektor seperti perkebunan sawit, pertambangan, dan budidaya rumput laut sebagai ladang penghasilan yang menjanjikan.

“Kalau uang kalian tidak habis di narkoba, kalian bisa punya rumah, usaha, dan anak-anak yang sekolah tinggi. Itu yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Donal menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan PMI deportan, termasuk pemerintah, TNI, Polri, dan BP2MI. Ia berharap para deportan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Ini waktunya kalian berubah, jadilah pelindung keluarga. Jangan kembali ke Malaysia tanpa dokumen resmi,” pungkasnya. (dln)

Berita Lainnya

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Semangat memperingati HUT ke-81 TNI diwujudkan Kodim 0907/Tarakan melalui aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Bersama pemerintah dan masyarakat,...

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan...

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) Kaltara terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar, termasuk...

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mencatat kebutuhan tenaga pendidik masih belum terpenuhi. Hingga Desember 2026, kekurangan guru di...

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai mematangkan persiapan penerapan pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar (SD). Salah...

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan konektivitas dan kolaborasi ekonomi antara Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan...

Next Post
Amnesti Presiden Prabowo, Satu Warga Binaan Lapas Tarakan Hirup Udara Bebas

Amnesti Presiden Prabowo, Satu Warga Binaan Lapas Tarakan Hirup Udara Bebas

Bukan Cuma Lomba! Peringatan HAN di Sebatik Bongkar Isu Penting soal Masa Depan Anak

Bukan Cuma Lomba! Peringatan HAN di Sebatik Bongkar Isu Penting soal Masa Depan Anak

Serangan Brutal Diduga Dilakukan Warga Setulang! Pondok Dibakar, Ada Senjata Tajam dan Senpi rakitan

Serangan Brutal Diduga Dilakukan Warga Setulang! Pondok Dibakar, Ada Senjata Tajam dan Senpi rakitan

Discussion about this post

Terlaris

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

09/09/2026
Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

09/09/2026
BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

09/09/2026
Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

09/08/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com