TARAKAN – Perubahan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berlangsung cepat menjadi tantangan bagi sekolah di Kota Tarakan dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran dari rumah (BDR).
Dalam wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Endah Sarastiningsih, S.Pd., M.Pd disebutkan bahwa ISPU dapat mengalami kenaikan maupun penurunan dalam satu hari. Kondisi tersebut membuat keputusan pembelajaran yang diambil berdasarkan data sebelumnya berpotensi tidak lagi sesuai dengan keadaan udara pada hari berikutnya.
Sebagai contoh, ketika ISPU berada di atas angka 100, sekolah dapat mempertimbangkan pelaksanaan BDR untuk kelompok siswa yang diprioritaskan. Namun, apabila kualitas udara membaik setelah hujan atau karena perubahan kondisi lingkungan, sekolah perlu kembali menyesuaikan kegiatan pembelajaran.
Selain perubahan kualitas udara, waktu penyampaian informasi juga menjadi tantangan. Data ISPU dapat dipantau setiap jam, sedangkan informasi yang dirilis kepada masyarakat umumnya disampaikan pada pagi hari dan sekitar pukul 12.00.
Karena itu, Dinas Pendidikan memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menentukan langkah sesuai kondisi masing-masing, dengan tetap mengacu pada edaran yang berlaku. Sekolah juga perlu memperhatikan kesiapan pembelajaran jarak jauh, kondisi siswa, serta pengawasan orang tua sebelum menetapkan BDR.(*)













Discussion about this post