TANJUNG SELOR — Rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional 2026 di Kalimantan Utara dilanjutkan dengan pelaksanaan KaltaRun 2026 yang diikuti sekitar 1.500 pelari dari Kalimantan Utara dan sejumlah daerah di sekitarnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara), Agus Taufik, mengatakan ajang lari tersebut menempuh jarak 8,1 kilometer dengan titik start di lokasi kegiatan.
“Besok akan dilaksanakan start-nya di sini dan ini akan menempuh jarak 8,1 kilometer yang akan diikuti oleh kurang lebih 1.500 pelari,” ujar Agus dalam sambutannya.
Menariknya, peserta KaltaRun 2026 juga disebut berasal dari Malaysia. Kehadiran pelari dari negara tetangga tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan konektivitas masyarakat di kawasan perbatasan.
Agus mengaitkan kegiatan tersebut dengan pemanfaatan QRIS Cross Border yang memungkinkan transaksi pembayaran lintas negara.
Ia menjelaskan, masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS Cross Border untuk melakukan transaksi di Malaysia. Sebaliknya, masyarakat Malaysia juga dapat memanfaatkan layanan pembayaran tersebut saat bertransaksi di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Utara.
“Jadi masyarakat di Indonesia dapat memanfaatkan QRIS Cross Border untuk transaksi di Malaysia. Demikian pula masyarakat Malaysia juga dapat memanfaatkan QRIS-nya untuk bertransaksi di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Utara ini,” jelasnya.
Menurut Agus, kemudahan transaksi lintas negara tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat konektivitas ekonomi masyarakat Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan.
Ia berharap rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional 2026 dan KaltaRun 2026 dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Utara, termasuk masyarakat Tanjung Selor.
Selain mendorong penggunaan transaksi digital, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persatuan serta memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Agus turut mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan selama kegiatan berlangsung.
“Semoga berlangsung dengan aman, meriah, tertib. Jaga persatuan, jaga kekuatan,” pungkasnya.(*)













Discussion about this post