Tarakan — Kedekatan geografis Kalimantan Utara dengan Malaysia membuka peluang besar bagi pengembangan ekspor produk halal daerah. Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam pelaksanaan Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Hasiando Ginsar Manik, menegaskan bahwa posisi strategis Kaltara sebagai wilayah perbatasan memberikan keunggulan dalam akses pasar dan logistik. Ditambah dengan adanya kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal antara Indonesia dan Malaysia, peluang ekspor menjadi semakin terbuka lebar.
Dalam rangka mendukung hal tersebut, berbagai program telah dilaksanakan, termasuk festival literasi ekonomi syariah yang diikuti lebih dari 500 peserta. Capaian literasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara bahkan telah melampaui 75%, jauh di atas rata-rata nasional.
Selain itu, Gerakan Kaltara Berwakaf Produktif juga digalakkan untuk mendukung pembiayaan sosial berbasis syariah, bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait.
KaShaFa 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga katalisator bagi penguatan ekosistem halal serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar internasional.(*)











Discussion about this post