TANA TIDUNG – Pendampingan terhadap kelompok masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung keberlanjutan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Melalui program M4CR, masyarakat pesisir tidak hanya didorong untuk menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka.
Keberadaan mangrove memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif masyarakat. Berbagai potensi dapat dimanfaatkan melalui pengembangan usaha berbasis hasil olahan mangrove, kerajinan tangan, hingga produk UMKM lainnya yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Namun, pengembangan usaha tersebut membutuhkan proses pembelajaran dan pendampingan secara berkelanjutan. Terutama bagi kelompok masyarakat yang baru memulai kegiatan usaha dan belum memiliki banyak pengalaman dalam pengelolaan maupun pemasaran produk.
Harapan tersebut disampaikan Anas Tahir dari Kelompok Masyarakat Tunas Abadi Jaya. Ia menilai pendampingan masih sangat dibutuhkan agar kelompok masyarakat dapat memahami teknik pengembangan usaha serta mampu melanjutkan kegiatan produktif setelah program M4CR berakhir.
“Kami masih baru dan pertama kali mencoba. Ketika baru belajar, kalau langsung ditinggalkan, kami khawatir tidak tahu bagaimana melanjutkannya. Harapannya M4CR tetap berlanjut agar ada pendampingan terkait keberlanjutan usaha,” tuturnya.
Menurutnya, keberlanjutan pendampingan menjadi faktor penting agar bantuan dan pelatihan yang telah diberikan tidak berhenti sebatas kegiatan program. Kelompok masyarakat juga membutuhkan arahan dalam meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi, serta memperluas pemasaran.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat rehabilitasi mangrove, tetapi juga dapat berperan sebagai pelaku ekonomi yang memanfaatkan potensi ekosistem pesisir secara bijak.
Pendampingan UMKM berbasis mangrove di Kecamatan Tana Lia diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kelestarian mangrove memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui penguatan kapasitas kelompok masyarakat dan pendampingan jangka panjang, program M4CR diharapkan dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi pemulihan ekosistem mangrove maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.(*)











Discussion about this post