Tarakan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tarakan terus melakukan persiapan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara. Sekretaris KONI Tarakan menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tarakan, khususnya dalam pendataan atlet dan kebutuhan anggaran.
“Saat ini kami masih menghimpun jumlah atlet, gambaran kontingen, serta kebutuhan anggaran untuk mengikuti Porprov. Koordinasi terus kami lakukan dengan Dispora Kota Tarakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berkaca dari pelaksanaan Porprov sebelumnya, jumlah kontingen Tarakan mencapai sekitar 500 hingga 600 orang, termasuk atlet, ofisial, manajer, pelatih, serta panitia dari KONI dan Dispora.
“Pendataan ini nantinya akan kami bawa dalam rapat bersama Pemerintah Kota Tarakan. Harapan kami, kebutuhan anggaran dapat diakomodir,” katanya.
Lebih lanjut disampaikan, data yang dihimpun berasal dari usulan masing-masing cabang olahraga (cabor). Namun demikian, KONI Tarakan masih menunggu keputusan resmi dari KONI Kalimantan Utara selaku penyelenggara terkait jumlah dan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov II.
“Sampai saat ini belum ada edaran atau surat keputusan dari KONI Kaltara mengenai cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Termasuk apakah akan ada skala prioritas,” jelasnya.
Meski demikian, KONI Tarakan akan berkaca pada Porprov sebelumnya dengan memprioritaskan cabang olahraga unggulan yang telah menyumbangkan medali emas.
“Cabang-cabang yang memiliki potensi medali akan menjadi prioritas untuk diikutsertakan. Sementara cabor yang sifatnya partisipatif akan kami sesuaikan kembali dengan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila dukungan anggaran mencukupi, maka seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat provinsi akan diikutsertakan oleh Kota Tarakan.
Terkait program persiapan atlet, Sekretaris KONI Tarakan menyebut bahwa idealnya dilakukan Pekan Olahraga Kota (Porkot) sebagai ajang seleksi. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
“Karena anggaran terbatas, teknis seleksi atlet kemungkinan akan kami serahkan kepada masing-masing cabang olahraga. Mereka bisa menggelar seleksi internal atau kejuaraan internal,” tuturnya.
Hasil seleksi dari masing-masing cabang olahraga tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan atlet yang akan mewakili Kota Tarakan pada Porprov II Kalimantan Utara.(*)











Discussion about this post