TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mengapresiasi penyelenggaraan Universitas Terbuka (UT) Tarakan Festival Volume 4 Tahun 2026 yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta menunjukkan kemampuan melalui berbagai bidang kompetisi.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., melalui Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Abd. Azis Hasan, A.P., M.H., saat menyampaikan sambutan pada penutupan UT Tarakan Festival Volume 4 Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Abd. Azis Hasan menyampaikan penghargaan kepada Universitas Terbuka Tarakan, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan UTFest menjadi bentuk komitmen dalam menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan meraih prestasi.
Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta, mulai dari kalangan pelajar SLTA hingga masyarakat umum yang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara dan sekitarnya.
Mengangkat tema “Kaltara Youth Euphoria: Play with Passion, Prove Your Class”, kegiatan tersebut dinilai memiliki pesan penting bagi generasi muda agar menekuni setiap bidang dengan kesungguhan, semangat, dan komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, kualitas seseorang tidak hanya diukur dari kemenangan maupun penghargaan yang diperoleh, tetapi juga tercermin melalui kedisiplinan, integritas, kemampuan bekerja sama, sikap saling menghargai, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
“ Kemenangan merupakan sebuah kebanggaan, tetapi pengalaman, persahabatan, dan pembentukan karakter merupakan bekal yang jauh lebih berharga untuk masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Lebih lanjut, Pemkot Tarakan memandang perkembangan teknologi dan transformasi digital telah membuka peluang baru bagi generasi muda, salah satunya melalui perkembangan e-sport yang kini menjadi bagian dari ekosistem olahraga, industri kreatif, dan ekonomi digital.
Di sisi lain, olahraga konvensional juga memiliki peran penting, tidak hanya untuk menjaga kebugaran jasmani, tetapi turut membentuk karakter, kedisiplinan, dan daya saing.
Karena itu, pemerintah berharap generasi muda Kalimantan Utara mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan prestasi, serta berkompetisi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Meski demikian, Abd. Azis mengingatkan agar pengembangan bakat di bidang non-akademik tetap berjalan seiring dengan pendidikan formal. Kesibukan mengikuti kompetisi diharapkan tidak membuat generasi muda mengabaikan pendidikan sebagai bekal utama masa depan.
Ia juga berharap UT Tarakan Festival tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi mampu mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, dan memperluas jejaring antargenerasi muda di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara.
Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi antara perguruan tinggi, satuan pendidikan, organisasi olahraga, E-Sport Indonesia (ESI), serta seluruh pemangku kepentingan dinilai perlu terus diperkuat.
Pada kesempatan itu, Pemkot Tarakan turut menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi di setiap cabang perlombaan, termasuk e-football dan cabang olahraga lainnya.
Sementara bagi peserta yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, diharapkan tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan serta evaluasi.
Menutup sambutannya, Abd. Azis berharap UT Tarakan Festival dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan jangkauan dan kualitas yang semakin baik.
Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu wadah dalam mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, kreatif, inovatif, dan berdaya saing serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Penutupan UTFest Volume 4 Tahun 2026 secara resmi dilakukan melalui pernyataan penutupan oleh Sekretaris Daerah Kota Tarakan yang mewakili Wali Kota Tarakan.(*)













Discussion about this post