
TARAKAN – Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Universitas Terbuka (UT) Tarakan Festival (UTFest) Volume 4 Tahun 2026 terbilang tinggi. Meski hanya dipersiapkan dan disosialisasikan selama sekitar dua pekan, kegiatan tersebut berhasil melibatkan lebih dari 700 peserta dari berbagai kalangan.
Direktur UT Tarakan, Jeji Muhammad Najib, mengatakan capaian tersebut melampaui perkiraan panitia. Sejak hari pertama hingga penutupan, rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari pelajar, masyarakat umum, mitra UT, sentra layanan, hingga ikatan alumni.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan UTFest tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk event organizer (EO) dan Radar Tarakan yang turut membantu pelaksanaan kegiatan.
Sejumlah cabang perlombaan turut memeriahkan UTFest Volume 4, di antaranya e-Football, Mobile Legends, dan turnamen futsal. Kompetisi futsal menjadi salah satu kegiatan yang kembali menarik perhatian peserta, sekaligus menandai penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali digelar.
Jeji menyebut, tingginya minat sekolah terhadap turnamen futsal terlihat dari banyaknya tim yang mendaftar. Bahkan, satu sekolah dapat mengirimkan dua hingga tiga tim untuk berkompetisi. Kondisi tersebut membuat sejumlah tim harus masuk daftar tunggu karena keterbatasan kuota peserta.
Sementara itu, kompetisi Mobile Legends berhasil menjangkau peserta lintas daerah, bahkan hingga luar negeri. Sebanyak 54 tim ambil bagian dalam pertandingan yang diikuti peserta dari Tarakan, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, Malinau, Sebatik, Krayan, hingga Kota Kinabalu, Malaysia.
Dalam kompetisi tersebut, SMKN 1 Tarakan berhasil meraih juara pertama, sedangkan posisi kedua diraih tim dari Kabupaten Bulungan.
Jeji menilai, keterlibatan peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa UTFest memiliki potensi untuk berkembang menjadi ajang kompetisi yang lebih luas. Namun, untuk turnamen futsal tahun ini, kepesertaan masih difokuskan pada sekolah-sekolah di Tarakan.
Ia menjelaskan, pelibatan peserta dari luar daerah membutuhkan dukungan anggaran lebih besar, terutama untuk kebutuhan akomodasi dan mobilisasi. Karena itu, jangkauan peserta luar daerah tahun ini lebih banyak difasilitasi melalui cabang e-sport.
Ke depan, UT Tarakan berkomitmen mempertahankan UTFest sebagai agenda tahunan. Selain menjadi sarana memperkenalkan UT kepada masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan bakat, serta meraih prestasi melalui bidang olahraga dan e-sport.
Dukungan terhadap pengembangan prestasi peserta juga datang dari Ikatan Keluarga Alumni UT. Jeji mengungkapkan, para alumni berencana memberikan beasiswa pendidikan kepada pemain terbaik yang memenangkan kompetisi dan nantinya melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi nilai tambah bagi penyelenggaraan UTFest karena tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan.
Meski berlangsung lancar, pelaksanaan UTFest Volume 4 tetap menjadi bahan evaluasi bagi panitia. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengendalian emosi peserta selama pertandingan, khususnya ketika terjadi perselisihan antarpemain.
Jeji mengakui masih terdapat peserta yang terbawa emosi hingga persoalan pertandingan berlanjut di luar lapangan, meskipun panitia telah memberikan arahan melalui technical meeting sebelum kompetisi dimulai.
Namun, kesigapan tim EO bersama petugas keamanan dalam menangani situasi tersebut membuat kondisi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Ia berharap, penyelenggaraan UTFest berikutnya dapat semakin baik, baik dari sisi pelaksanaan maupun kualitas kompetisi, sehingga kegiatan tersebut terus menjadi wadah positif bagi generasi muda di Kalimantan Utara.(*)













Discussion about this post