Kamis, 5 November 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara

Rehabilitasi Mangrove M4CR di Kaltara Capai 10.900 Hektare, Sisa 3.100 Hektare

by Redaksi
11/05/2026
in Kaltara, Tarakan
A A
Rehabilitasi Mangrove M4CR di Kaltara Capai 10.900 Hektare, Sisa 3.100 Hektare

TARAKAN – Upaya pemulihan ekosistem pesisir melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan perkembangan. Hingga November 2026, rehabilitasi mangrove telah mencapai sekitar 10.900 hektare atau hampir 78 persen dari target keseluruhan seluas 14.000 hektare.

Capaian tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 3.100 hektare yang perlu dituntaskan untuk memenuhi target rehabilitasi yang telah ditetapkan.

Baca Juga

Silvofishery Jadi Solusi Petambak Pulau Mangkasak, Mangrove Tumbuh 86 Persen

Polda Kaltara Ungkap 80 Kasus Narkoba, Sita 42 Kg Sabu dan Amankan 116 Tersangka

Gotong Royong Warnai TMMD Ke-130 Kodim Tarakan, TNI dan Warga Perkuat Kebersamaan

PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi kegiatan penanaman sejak 2024 hingga saat ini.

Pada 2024, penanaman mangrove telah mencapai sekitar 6.500 hektare. Sementara capaian kegiatan berikutnya bertambah sekitar 4.400 hektare.

“Untuk saat ini kita sudah di 10.900. Sebanyak 6.500 di tahun 2024 dan sekarang sekitar 4.400-an,” ujar Akhmad, Selasa (3/11/2026).

Untuk mengejar target tersebut, M4CR masih menyiapkan sekitar 1.100 hektare rencana kegiatan yang diharapkan dapat direalisasikan tahun ini. Meski 2026 diproyeksikan menjadi tahap terakhir penanaman dalam rencana yang telah disusun, program M4CR masih akan berlanjut melalui kegiatan pemeliharaan pada tahun berikutnya.

Akhmad menegaskan, penyelesaian kegiatan penanaman bukan berarti seluruh rangkaian program langsung berakhir. Pemeliharaan tetap diperlukan untuk memastikan tanaman mangrove dapat tumbuh dengan baik.

“Jadi bukan berarti setelah kita tanam tahun ini kita selesaikan. Tidak, nanti tahun depan kita ada pemeliharaan. Tapi akan ada lagi usulan untuk penanaman. Kita tetap coba mencari peluang kalau memang bisa dieksekusi 2026, harapannya bisa dilaksanakan lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan rehabilitasi mangrove masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Kondisi perairan yang terlalu dalam hingga gangguan pertumbuhan akibat lumut menjadi beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan tanaman di sejumlah lokasi.

Terhadap tanaman yang pertumbuhannya kurang optimal, kelompok masyarakat didorong melakukan penanaman ulang secara swadaya. Langkah tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mengevaluasi kondisi lokasi agar kegagalan serupa tidak kembali terjadi.

Apabila kedalaman air menjadi penyebab utama, lokasi penanaman dapat digeser ke area yang lebih sesuai. Begitu pula jika ditemukan gangguan pertumbuhan akibat lumut, pola dan teknis penanaman perlu disesuaikan.

“Untuk yang kurang bagus ini kita upayakan kelompok menanam kembali secara swadaya dengan mempertimbangkan hasil evaluasi. Kalau memang di situ karena airnya dalam, kita akan bergeser sedikit ke yang airnya lebih tinggi,” ungkapnya.

Khusus rehabilitasi mangrove di kawasan tambak, M4CR juga memberikan keleluasaan dalam menentukan pola penanaman. Metode yang diterapkan dapat berupa penanaman di sepanjang sisi tambak, bagian tengah pelataran, maupun pola lajur dengan jarak tanam tertentu.

Pemilihan pola tersebut mempertimbangkan karakteristik lahan serta kesepakatan dengan pemilik tambak. Dengan demikian, keberadaan mangrove tetap dapat dikembangkan tanpa menghambat aktivitas budidaya perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Hal serupa juga berlaku dalam pemilihan jenis mangrove. Menurut Akhmad, jenis tanaman sebaiknya disesuaikan dengan vegetasi alami yang telah tumbuh di sekitar kawasan rehabilitasi.

Kawasan yang didominasi Avicennia dapat menggunakan jenis serupa, begitu pula wilayah yang secara alami didominasi Rhizophora. Namun, pada kawasan tambak, karakteristik perakaran juga harus menjadi pertimbangan agar tidak mengganggu ruang gerak dan aktivitas petambak.

Selain mengejar target rehabilitasi, M4CR turut memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat mangrove, terutama bagi petambak yang masih meragukan keberadaan tanaman tersebut di area budidaya.

Salah satu pendekatan yang dilakukan melalui sekolah lapang dengan melibatkan petambak yang telah berhasil menerapkan sistem silvofishery, yakni pola budidaya perikanan yang memadukan kegiatan tambak dengan keberadaan ekosistem mangrove.

Petambak yang telah memiliki pengalaman dan keberhasilan dalam menerapkan pola tersebut akan dilibatkan untuk berbagi pengetahuan secara langsung kepada kelompok masyarakat lainnya.

“Kalau ada sekolah lapang, biasanya kita libatkan juga teman-teman yang sudah berhasil. Mereka kita bawa ke sekolah lapang supaya dari mereka juga yang menyampaikan, bukan hanya dari kami,” katanya.

Akhmad menilai, edukasi melalui sesama petambak lebih mudah diterima karena masyarakat dapat mendengar langsung pengalaman dari pelaku yang telah menerapkan sistem tersebut di lapangan.

Dari sisi lingkungan, mangrove juga dinilai memiliki peran dalam menjaga kualitas air di kawasan tambak. Sejumlah penelitian akademis menunjukkan daun mangrove berpotensi membantu menjaga kualitas air sehingga mendukung kesehatan udang yang dibudidayakan.

Kendati demikian, manfaat tersebut belum bisa langsung dikaitkan dengan peningkatan produktivitas hasil panen. Menurutnya, diperlukan kajian dan pengujian lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana keberadaan mangrove berpengaruh terhadap jumlah produksi tambak.

“Secara akademis memang sudah ada beberapa penelitian bahwa daun mangrove itu bisa menjaga kualitas air. Jadi udangnya lebih sehat. Kalau untuk produktivitas, itu masih perlu dicek lagi. Cuma kalau udangnya sehat, insyaallah produksinya baik,” pungkasnya.

Melalui rehabilitasi yang dibarengi edukasi dan pengembangan sistem silvofishery, M4CR diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan. Tidak hanya memulihkan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kaltara, tetapi juga menjaga keberlangsungan usaha tambak dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keseimbangan lingkungan dan ekonomi.(*)

Berita Lainnya

Silvofishery Jadi Solusi Petambak Pulau Mangkasak, Mangrove Tumbuh 86 Persen

Silvofishery Jadi Solusi Petambak Pulau Mangkasak, Mangrove Tumbuh 86 Persen

by Redaksi
11/05/2026
0

TARAKAN – Menggabungkan budidaya perikanan dengan pelestarian lingkungan menjadi langkah yang ditempuh kelompok nelayan di Pulau Mangkasak, Desa Tana Merah,...

Polda Kaltara Ungkap 80 Kasus Narkoba, Sita 42 Kg Sabu dan Amankan 116 Tersangka

Polda Kaltara Ungkap 80 Kasus Narkoba, Sita 42 Kg Sabu dan Amankan 116 Tersangka

by Redaksi
11/05/2026
0

TARAKAN – Polda Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengungkap 80 kasus tindak pidana narkotika selama periode September hingga November 2026. Dari...

Gotong Royong Warnai TMMD Ke-130 Kodim Tarakan, TNI dan Warga Perkuat Kebersamaan

Gotong Royong Warnai TMMD Ke-130 Kodim Tarakan, TNI dan Warga Perkuat Kebersamaan

by Redaksi
11/04/2026
0

TARAKAN – Sinergi antara TNI dan masyarakat terus terlihat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 0907/Tarakan....

TMMD Ke-130 Kodim Tarakan Perhatikan Fasilitas Ibadah, Masjid di Kawasan Amal Dicat Ulang

TMMD Ke-130 Kodim Tarakan Perhatikan Fasilitas Ibadah, Masjid di Kawasan Amal Dicat Ulang

by Redaksi
11/04/2026
0

TARAKAN – Kepedulian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 0907/Tarakan terhadap kebutuhan masyarakat diwujudkan melalui perbaikan berbagai fasilitas...

TMMD Ke-130 Kodim Tarakan Rehabilitasi Rumah Warga, Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

TMMD Ke-130 Kodim Tarakan Rehabilitasi Rumah Warga, Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

by Redaksi
11/04/2026
0

TARAKAN – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 0907/Tarakan tidak hanya dilakukan dengan...

Satgas TMMD Ke-130 Bangun Jalan Tanjung Batu, Permudah Akses Warga Menuju Pantai Amal

Satgas TMMD Ke-130 Bangun Jalan Tanjung Batu, Permudah Akses Warga Menuju Pantai Amal

by Redaksi
11/04/2026
0

TARAKAN – Pembangunan jalan di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan Timur, menjadi salah satu upaya Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0907/Tarakan...

Discussion about this post

Terlaris

Rehabilitasi Mangrove M4CR di Kaltara Capai 10.900 Hektare, Sisa 3.100 Hektare

Rehabilitasi Mangrove M4CR di Kaltara Capai 10.900 Hektare, Sisa 3.100 Hektare

11/05/2026
Silvofishery Jadi Solusi Petambak Pulau Mangkasak, Mangrove Tumbuh 86 Persen

Silvofishery Jadi Solusi Petambak Pulau Mangkasak, Mangrove Tumbuh 86 Persen

11/05/2026
Polda Kaltara Ungkap 80 Kasus Narkoba, Sita 42 Kg Sabu dan Amankan 116 Tersangka

Polda Kaltara Ungkap 80 Kasus Narkoba, Sita 42 Kg Sabu dan Amankan 116 Tersangka

11/05/2026
Gotong Royong Warnai TMMD Ke-130 Kodim Tarakan, TNI dan Warga Perkuat Kebersamaan

Gotong Royong Warnai TMMD Ke-130 Kodim Tarakan, TNI dan Warga Perkuat Kebersamaan

11/04/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com