Kamis, 9 April 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Tarakan

Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

by Redaksi
04/09/2026
in Tarakan
A A
Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

Tarakan — Warga RT 5 Kelurahan Lingkas Ujung mengkhawatirkan kondisi permukiman yang rawan longsor setelah kembali terjadi peristiwa tanah ambles pada Kamis pagi sekitar pukul 05.30 WITA.

Ketua RT 5, Muliani, mengungkapkan bahwa informasi awal diperoleh dari salah satu warga, Ibu Chaya, yang mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah.

Baca Juga

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

Berdampak Longsor Dua Kali, Ibu Salmah Harap Bantuan Perbaikan

Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam Tarakan, Dua Korban Alami Luka Serius, Empat Pelaku Berhasil Diamankan

“Dikira gempa, karena suaranya besar. Tapi setelah dilihat dari jendela, ternyata tanah di belakang rumah sudah longsor,” ujarnya.

Longsor tersebut terjadi di bagian belakang rumah warga yang masih satu bangunan, sementara penghuni lain tidak langsung menyadari kejadian tersebut karena berada di bagian depan rumah.

Menurut Muliani, wilayah RT 5 memang tergolong rawan longsor. Bahkan, kejadian serupa kerap terjadi di beberapa titik sepanjang kawasan tersebut.

“Dari ujung sampai ke atas sana itu sering longsor. Ada beberapa titik, bahkan sebelumnya juga sudah pernah terjadi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat tiga titik rawan longsor di wilayah RT 5, termasuk di bagian depan dan area atas permukiman. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya pembangunan siring atau penahan tanah secara menyeluruh.

“Baru sebagian kecil yang dipasang siring, itu pun belum sampai ke belakang. Padahal yang paling rawan justru di bagian atas,” katanya.

Muliani menambahkan, kondisi tanah di bagian atas saat ini sangat mengkhawatirkan karena sudah menggantung dan berpotensi longsor jika terjadi hujan deras.

Salah satu rumah yang berada di area atas diketahui milik warga bernama Zainuddin Muhammad, yang telah lama menetap di kawasan tersebut.

“Kalau hujan, yang di atas itu sangat rawan runtuh karena tanahnya sudah menggantung,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan warga, longsor besar pernah terjadi sekitar 10 tahun lalu, sementara kejadian lain juga terjadi sekitar dua tahun terakhir di titik berbeda.

Meski demikian, hingga saat ini penanganan dinilai masih minim. Muliani menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan umumnya hanya bersifat sementara.

“Biasanya hanya diberikan terpal. Untuk pembangunan seperti siring atau perbaikan permanen belum ada,” katanya.

Pihak RT juga telah beberapa kali mengusulkan program bedah rumah bagi warga yang terdampak. Dari pendataan, terdapat sekitar 20 rumah di wilayah tersebut yang dinilai layak mendapatkan bantuan.

“Selama saya menjabat, sudah dua kali kami usulkan. Tapi sampai sekarang masih menunggu proses,” ujarnya.

Sementara itu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. Namun, hingga kini belum ada tindakan lanjutan selain rencana pemberian bantuan darurat.

“Mereka sudah datang, tapi penanganannya masih menunggu. Katanya mau diusulkan dulu bantuan terpal,” tambahnya.

Warga berharap adanya penanganan serius dari pemerintah, mengingat kondisi tanah yang terus bergerak dan berpotensi membahayakan permukiman.

“Kami berharap ada solusi permanen, karena ini menyangkut keselamatan warga,” pungkasnya.(*)

Berita Lainnya

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

by Redaksi
04/09/2026
0

Tarakan – Rencana pembangunan pusat pemerintahan di Kota Tarakan dinilai akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian, baik dalam jangka pendek...

Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

Berdampak Longsor Dua Kali, Ibu Salmah Harap Bantuan Perbaikan

by Redaksi
04/09/2026
0

Tarakan — Sebuah rumah milik warga di RT 5 Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan mengalami kerusakan parah akibat longsor yang...

Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam Tarakan, Dua Korban Alami Luka Serius, Empat Pelaku Berhasil Diamankan

Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam Tarakan, Dua Korban Alami Luka Serius, Empat Pelaku Berhasil Diamankan

by Redaksi
04/08/2026
0

Tarakan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan mengungkap kasus tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di sebuah tempat hiburan malam di...

Pemprov Kaltara Gerak Cepat Respons Perpres 139/2024, Biro Hukum Gelar Audiensi ke Kementerian HAM

Pemprov Kaltara Gerak Cepat Respons Perpres 139/2024, Biro Hukum Gelar Audiensi ke Kementerian HAM

by Redaksi
04/08/2026
0

TANJUNG SELOR – Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 menjadi titik awal penataan besar dalam struktur pemerintahan pusat. Kebijakan...

11 Dapur SPPG di Tarakan Ditutup Sementara, Pasokan MBG ke Sekolah Terganggu

11 Dapur SPPG di Tarakan Ditutup Sementara, Pasokan MBG ke Sekolah Terganggu

by Redaksi
04/08/2026
0

Tarakan – Penutupan sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tarakan kembali bertambah. Terbaru, dua dapur SPPG dihentikan operasionalnya...

Kodim 0907/Tarakan Dukung dan Sukseskan Program BBC Gagasan Pangdam VI/Mulawarman

Kodim 0907/Tarakan Dukung dan Sukseskan Program BBC Gagasan Pangdam VI/Mulawarman

by Redaksi
04/07/2026
0

TARAKAN – Kodim 0907/Tarakan turut ambil bagian dalam menyukseskan Program Belajar Bersama Ceria (BBC) yang digagas Pangdam VI/Mulawarman sebagai upaya...

Next Post
Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

Berdampak Longsor Dua Kali, Ibu Salmah Harap Bantuan Perbaikan

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

Discussion about this post

Terlaris

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

Pembangunan Pusat Pemerintahan Tarakan Dorong Ekonomi, DPRD: Anggaran Rp280 Miliar Disiapkan Bertahap

04/09/2026
Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

Berdampak Longsor Dua Kali, Ibu Salmah Harap Bantuan Perbaikan

04/09/2026
Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

Tiga Titik Rawan Longsor di Lingkas Ujung, Warga RT 5 Tarakan Minta Penanganan Serius

04/09/2026
Komisi Informasi Kalimantan Utara Sampaikan Laporan Kinerja kepada Gubernur dan DPRD

Komisi Informasi Kalimantan Utara Sampaikan Laporan Kinerja kepada Gubernur dan DPRD

04/09/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com