TARAKAN – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) mencatatkan transaksi sementara sebesar Rp113,69 juta dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Partisipasi lima UMKM unggulan Kalimantan Utara yang tergabung dalam Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan produk lokal, memperluas akses pasar, serta memperkuat jejaring bisnis di tingkat nasional maupun internasional. Kelima UMKM itu adalah QQ Fashion Designer, Juwataku, Balamok, Akai-akai, dan Tarasa. Capaian transaksi tersebut masih berpotensi meningkat seiring proses rekapitulasi transaksi yang dilakukan panitia penyelenggara.
Selain mencatatkan transaksi, keikutsertaan UMKM Kaltara juga membuka peluang pengembangan pasar internasional. Melalui kegiatan Business Matching Wastra, produk kain tradisional khas Kalimantan Utara menarik minat calon mitra bisnis dari Turki, Korea Selatan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Peluang kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan. Desainer nasional Irma Sari Joeda juga menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki kolaborasi pengembangan batik khas Kalimantan Utara, khususnya Batik Busak Uwe dari Kabupaten Malinau.
Prestasi lainnya ditorehkan QQ Fashion Designer yang mendapat kesempatan menampilkan empat koleksi busana dalam ajang IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Melalui peragaan busana yang mengangkat kekayaan wastra dan budaya Kalimantan Utara, QQ Fashion Designer memperkenalkan identitas fesyen Benuanta di panggung nasional. Capaian ini menunjukkan potensi budaya lokal untuk dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah dan berdaya saing.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, perluasan akses pemasaran, serta fasilitasi jejaring bisnis. Ke depan, KPwBI Kaltara akan terus mendorong pembinaan UMKM secara berkelanjutan agar produk unggulan daerah semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun menembus pasar ekspor. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis, pengembangan UMKM diharapkan turut memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang inklusif dan berkelanjutan.(*)












Discussion about this post