Tarakan – Dinas Kesehatan Kota Tarakan menegaskan bahwa pemeriksaan HIV tidak dilakukan secara menyeluruh kepada semua orang, melainkan difokuskan pada kelompok sasaran tertentu yang memiliki risiko tinggi. Hal ini disampaikan oleh Indah Wahyuni, S.Kep, selaku Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan Kota Tarakan.
Indah menjelaskan bahwa terdapat empat populasi kunci yang menjadi sasaran utama pemeriksaan HIV. Keempat populasi tersebut telah ditetapkan sebagai Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV.
“Populasi kunci itu ada empat, yaitu wanita pekerja seks (WPS), lelaki seks dengan lelaki (LSL), pengguna narkoba suntik (IDU), dan waria. Keempat kelompok ini merupakan sasaran utama pemeriksaan HIV,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan HIV dilakukan secara terarah dan tidak setengah-setengah, dengan fokus utama pada populasi kunci tersebut sesuai standar nasional pelayanan HIV.
Selain populasi kunci, Dinkes Tarakan juga menetapkan populasi khusus sebagai sasaran pemeriksaan HIV. Populasi khusus pertama adalah ibu hamil. Di Kota Tarakan, seluruh ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan HIV sebagai bagian dari program triple eliminasi, yaitu pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis.
“Pemeriksaan ini wajib dilakukan karena berkaitan langsung dengan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Tidak ada penolakan dalam pemeriksaan ini karena tindak lanjutnya sangat penting,” ujarnya.
Populasi khusus berikutnya adalah pasien tuberkulosis (TB). Menurut Indah, pasien TB memiliki risiko tinggi terhadap infeksi oportunistik karena penurunan daya tahan tubuh, yang juga merupakan kondisi pada pasien HIV.
“TB dan HIV sangat berkaitan. Banyak kasus di mana TB ditemukan terlebih dahulu, sehingga pasien TB wajib dilakukan pemeriksaan HIV. Prosesnya bisa TB dulu, baru HIV, namun pada dasarnya pemeriksaan HIV juga harus disertai pemeriksaan TB,” jelasnya.
Selain itu, pasien infeksi menular seksual (IMS) juga termasuk dalam populasi khusus yang harus menjalani pemeriksaan HIV, mengingat tingginya risiko penularan HIV pada kelompok tersebut.
Melalui penetapan populasi kunci dan populasi khusus ini, Dinas Kesehatan Kota Tarakan berharap upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian HIV dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.(*)












Discussion about this post