Tarakan – Warga RT 18 Kelurahan Selumit Pantai mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram yang sudah berlangsung selama sekitar 16 hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, terlebih di bulan Ramadan.
Ketua RT 18, Husain Hamid, mengatakan bahwa hampir seluruh warga di wilayahnya merasakan dampak dari kelangkaan tersebut. Menurutnya, selama lebih dari dua pekan terakhir warga tidak mendapatkan pasokan tabung gas 3 kilogram dari pangkalan yang ada di wilayah mereka.
“Sudah sekitar 16 hari warga tidak mendapatkan tabung gas 3 kg. Padahal gas ini sangat dibutuhkan warga untuk memasak, apalagi sekarang sedang bulan puasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di RT 18 hanya terdapat satu pangkalan gas yang melayani kebutuhan masyarakat. Namun belakangan ini distribusi gas 3 kilogram menjadi terbatas.
Husain menduga kondisi tersebut terjadi akibat kebijakan dari agen yang memberlakukan penjualan sekitar 10 persen untuk tabung gas ukuran 5 kilogram atau yang dikenal dengan tabung pink. Kebijakan itu disebut berdampak pada berkurangnya pasokan gas 3 kilogram untuk warga.
“Informasinya ada kebijakan dari agen yang mewajibkan sekitar 10 persen penjualan tabung pink 5 kg. Akibatnya stok gas 3 kg untuk warga menjadi terbatas,” jelasnya.
Warga RT 18 yang berada di kawasan belakang kantor BRI Selumit Pantai berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini agar distribusi gas LPG 3 kilogram kembali normal.
Menurut Husain, masyarakat sangat membutuhkan solusi cepat agar kebutuhan memasak selama Ramadan tidak terganggu.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait supaya distribusi gas 3 kg bisa kembali lancar dan warga tidak lagi kesulitan mendapatkan gas,” pungkasnya.(*)













Discussion about this post