Tarakan – Sejumlah jemaah umrah asal Kalimantan Utara sempat mengalami penundaan penerbangan di Arab Saudi akibat situasi keamanan beberapa waktu lalu. Namun saat ini kondisi sudah mulai normal dan sebagian jemaah telah kembali ke Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Tarakan, H. Asmawan, mengatakan beberapa jemaah sempat tertahan di bandara karena penutupan sementara penerbangan.
“Memang sempat tutup beberapa hari, sehingga ada jemaah yang tertahan di bandara seperti di Jeddah dan Madinah. Tapi sekarang sudah dibuka kembali dan mereka sudah bisa melanjutkan perjalanan pulang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, ada enam jemaah asal Malinau yang sempat singgah di Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke daerah masing-masing.
“Kalau yang kemarin dari Malinau ada enam orang. Mereka sempat menginap di sini, sekarang sudah pulang,” jelasnya.
Penutupan bandara tersebut terjadi setelah adanya serangan yang menyasar pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Meski begitu, menurut Asmawan, peristiwa tersebut hanya terjadi satu kali dan situasi kini sudah kembali aman.
“Kejadiannya hanya sekali itu saja. Setelah itu situasi kembali aman,” katanya.
Meski demikian, pihak Kementerian Agama Tarakan tetap mengimbau biro perjalanan umrah untuk sementara menunda keberangkatan jemaah sampai kondisi benar-benar stabil.
“Kami sudah menghubungi travel-travel agar sementara tidak memberangkatkan jemaah dalam waktu dekat dan menunggu situasi kembali normal,” tuturnya.
Ia memastikan proses pemulangan jemaah umrah saat ini berjalan aman dan lancar.
“Insyaallah untuk pemulangan jemaah umrah aman,” pungkasnya.(*)












Discussion about this post