Tarakan – Kantor Kementerian Agama Tarakan memastikan proses persiapan keberangkatan calon jemaah haji tahun 2026 tetap berjalan normal meski sebelumnya sempat muncul kekhawatiran terkait situasi di Timur Tengah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Tarakan, H. Asmawan, mengatakan hingga saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat yang mengubah rencana keberangkatan haji tahun ini.
“Dari pusat belum ada kebijakan perubahan. Bahkan sampai saat ini masih menjamin keberangkatan jemaah haji tahun 2026 tetap berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, tahapan persiapan haji di tingkat daerah juga terus dilakukan. Pemeriksaan kesehatan tahap awal bagi calon jemaah haji di tingkat kota telah selesai dilaksanakan, begitu pula dengan kegiatan manasik haji.
“Saat ini tahapan yang berjalan seperti pemeriksaan kesehatan dan manasik sudah selesai. Hari ini juga pembagian buku manasik kepada jemaah,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para calon jemaah haji sekaligus memberikan pembekalan manasik lanjutan.
Meski demikian, ada beberapa calon jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
“Ada tiga orang yang belum memenuhi syarat kesehatan. Dua di antaranya karena diabetes dan satu karena faktor kejiwaan,” jelasnya.
Ia menegaskan penundaan tersebut bukan pembatalan, melainkan hanya ditunda hingga kondisi kesehatan jemaah memungkinkan untuk berangkat.
“Kalau tidak memenuhi syarat kesehatan, keberangkatannya ditunda sampai sehat. Jika belum memungkinkan sampai akhir jadwal penerbangan, maka ditunda ke tahun berikutnya,” terangnya.
Asmawan juga menambahkan bahwa pemerintah Arab Saudi saat ini meningkatkan pengamanan menjelang musim haji, yang bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para jemaah.
“Arab Saudi sekarang juga meningkatkan pengamanan untuk mensterilkan area menjelang kedatangan jemaah,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post