TARAKAN – Abdullah Suhandika menyebutkan bahwa SPPG Gunung Lingkas 003 mulai menjalankan operasional awal dengan menyalurkan makanan bergizi kepada ratusan siswa di beberapa sekolah di Kota Tarakan.
Pada tahap awal pelaksanaan, distribusi program menyasar dua sekolah yakni SMP Negeri 3 Tarakan di kawasan Simpang Amal dan TK Pembina I Tarakan.
“Untuk awal running ini kami menyalurkan ke SMP Negeri 3 Simpang Amal dan TK Pembina I. Jumlah penerima di SMP sekitar 835 siswa dan di TK Pembina I ada 107 siswa,” ujar Abdullah.
Selain menyasar siswa sekolah, pihaknya juga menyiapkan program penerima manfaat bagi kelompok 3B, yaitu ibu menyusui, balita, dan ibu hamil.
Menurut Abdullah, sesuai standar dari Badan Gizi Nasional, target penerima manfaat untuk kelompok tersebut maksimal mencapai 500 orang. Namun pada tahap awal pihaknya baru menargetkan 300 penerima.
“Untuk tahap awal kami ambil dulu sekitar 300 penerima, kemudian di minggu keempat akan ditingkatkan menjadi 400 dan seterusnya akan bertambah,” jelasnya.
Secara keseluruhan, satu SPPG memiliki standar pelayanan antara 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat. Saat ini, jumlah penerima dari SPPG Gunung Lingkas 003 masih sekitar 1.000 orang sehingga masih akan dilakukan perluasan sasaran.
“Standarnya sekitar 2.500 sampai 3.000 penerima. Saat ini masih kurang sekitar 2.000 penerima, jadi ke depan akan ditambah lagi sekolah dan sasaran lainnya,” katanya.
Dalam penentuan wilayah distribusi, pihaknya juga mempertimbangkan jarak dari dapur produksi makanan. Sesuai ketentuan teknis, distribusi tidak boleh melebihi jarak enam kilometer atau waktu tempuh 30 menit guna menjaga kualitas makanan.
Untuk penambahan sasaran terdekat, pihaknya mempertimbangkan beberapa lokasi seperti sekolah di wilayah Kampung Empat dan Kampung Enam serta posyandu setempat.
Terkait kualitas makanan, Abdullah memastikan menu yang disajikan akan bervariasi dengan komposisi gizi yang sudah ditentukan. Pihaknya bahkan telah menyiapkan 13 variasi menu yang akan berganti setiap hari.
“Kami sudah membuat 13 daftar menu, jadi setiap hari menu yang diberikan berbeda. Komposisi gizi juga akan dicantumkan,” ujarnya.
Sebagai bentuk transparansi, pihak SPPG juga berencana mempublikasikan menu harian beserta kandungan gizi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
Selain itu, untuk pengemasan makanan pihaknya menggunakan kemasan vakum sesuai standar guna menjaga kebersihan dan kualitas makanan saat distribusi.
Saat ini operasional SPPG Gunung Lingkas 003 didukung oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari staf dan relawan yang membantu proses produksi hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.(*)











Discussion about this post