Tarakan — TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Armada (Kodaeral) XIII mengungkap upaya penyelundupan 11 karung ballpress asal Malaysia di kawasan TPI Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Komandan Kodaeral XIII Tarakan, Laksamana Muda Sumarji Bimoaji, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal guna mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas penyelundupan tersebut berdasarkan informasi intelijen yang diterima.
“Tim kami sudah melaksanakan tindakan awal untuk mendeteksi kemungkinan penyelundupan ballpress ini. Personel telah kami gerakkan baik dari unsur darat maupun laut,” ujarnya.
Namun, saat operasi berlangsung di lapangan, upaya pengejaran terhadap pelaku tidak membuahkan hasil. Speedboat yang digunakan pelaku diduga telah lebih dahulu mendeteksi keberadaan petugas sehingga berhasil melarikan diri.
“Pada saat akan dilakukan pengejaran, speedboat tersebut sudah mengetahui keberadaan kami, sehingga pelaku berhasil lolos,” jelasnya.
Ia menambahkan, modus operandi seperti ini bukan hal baru dan kerap ditemukan dalam kasus penyelundupan di wilayah perbatasan. Kondisi lapangan seperti keterbatasan penerangan juga menjadi kendala dalam proses penindakan.
Ke depan, TNI AL akan meningkatkan sinergi dengan berbagai instansi terkait untuk memperkuat pengawasan dan penindakan. Koordinasi akan dilakukan bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Kodaeral XIII, Polres Tarakan, serta instansi terkait lainnya.
“Kami akan terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan identifikasi. Harapannya, apabila kejadian serupa terulang, pelaku dapat segera ditangkap,” tegasnya.
Terkait kemungkinan adanya pihak lain atau oknum yang terlibat di balik aksi penyelundupan tersebut, pihaknya akan melaporkan ke komando atas untuk ditindaklanjuti.
“Segala bentuk penindakan akan kami serahkan kepada pihak berwenang, dalam hal ini kepolisian dan Bea Cukai. Jika ditemukan adanya oknum di belakangnya, akan diproses sesuai hukum yang berlaku hingga ke tahap pengadilan,” pungkasnya.
Kasus ini masih dalam proses pengembangan guna mengungkap jaringan penyelundupan yang lebih luas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.(*)











Discussion about this post