TARAKAN – Selain program semenisasi jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan berbahan kayu ulin (ulinisasi) di wilayah pesisir Tanjung Pasir dan Tanjung Batu juga menjadi perhatian serius Anggota DPRD Tarakan, Asrin R. Saleh.
Dalam peninjauan lapangan bersama konsultan, Asrin mengungkapkan bahwa masih banyak jembatan di kawasan tersebut yang membutuhkan perbaikan segera karena kondisinya yang sudah tidak layak.
“Wilayah pesisir seperti Tanjung Pasir dan Tanjung Batu ini memang masih banyak infrastruktur yang harus kita benahi, khususnya jembatan ulin yang menjadi akses utama masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam merealisasikan seluruh kebutuhan pembangunan. Terlebih, adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp400 miliar turut berdampak pada program pembangunan tahun 2026.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan memprioritaskan pembangunan yang bersifat mendesak.
“Kami tidak patah semangat. Justru dengan kondisi ini, kami harus lebih selektif menentukan prioritas. Mana yang paling urgent, itu yang kami dahulukan,” tegasnya.
Diharapkan, melalui program ulinisasi ini, akses masyarakat di wilayah pesisir dapat menjadi lebih aman dan layak, serta mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.(*)











Discussion about this post