Tarakan -Pengurus Pusat Lembaga Budaya Melayu Kalimantan (LBMK) mengimbau masyarakat Melayu di Kalimantan Timur untuk tetap menjaga kondusivitas di tengah dinamika sosial yang berkembang di Kalimantan Timur belakangan ini.
Imbauan tersebut disampaikan oleh PB LBMK, Dr. Saleh, bersama Ketua LBMK H. Fadlan Hamid dan Pendiri sekaligus pengurus LBMK Tamrin.
Ketua LBMK, H. Fadlan Hamid, menegaskan bahwa secara kelembagaan pihaknya mengajak warga melayu Kalimantan hendaknya dalam penyampaian aspirasi masyarakat dilakukan secara bijaksana dan beradab. Beliau mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan cara yang bijaksana dan santun.
“masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, tetapi lakukan dengan santun dan melalui jalur yang tepat, seperti DPRD atau lembaga resmi lainnya. Tidak perlu dengan kekerasan atau anarkis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan pendapat antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan merupakan hal yang wajar, selama disikapi secara dewasa dan konstruktif.
Sementara itu, Dr. Saleh selaku PB LBMK menjelaskan bahwa LBMK sebagai lembaga budaya yang membina wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah terus memantau kondisi yang terjadi di Kalimantan Timur.
Ia menyoroti adanya dinamika di masyarakat yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Karena itu, LBMK mengimbau masyarakat Melayu, khususnya di wilayah Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau, warga melayu Kalimantan Timur umumnya untuk tetap menjaga kondusivitas demi keberlanjutan pembangunan.
“Kami mengimbau agar setiap perbedaan pendapat atau potensi konflik dengan pemerintah disampaikan secara arif, santun, dan beretika,” ujarnya.
Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki smboyan “Ruhui Rahayu masyarakat yang dikenal menjunjung tinggi kehidupan yang harmonis, damai sejahtera, aman, dan tentram.
Lebih lanjut, Dr. Saleh mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang dapat memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa dalam berbagai kejadian, masyarakat kerap menjadi pihak yang dirugikan.
“Kita jangan sampai dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu, terutama terkait kekayaan sumber daya di Kalimantan Timur. Sangat disayangkan jika masyarakat justru menjadi korban,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Melayu di Kalimantan Timur untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan, serta menyerahkan persoalan hukum kepada pihak yang berwenang. Selain itu, LBMK berharap DPRD Provinsi Kalimantan Timur dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Di sisi lain, pendiri sekaligus pengurus LBMK, Tamrin, mengajak para ulama untuk turut berperan dalam menjaga stabilitas daerah melalui doa. Ia berharap tokoh agama dapat mendoakan pemerintah dan masyarakat agar Kalimantan Timur tetap aman, damai, dan sejahtera.
“Peran ulama sangat penting untuk menjaga kesejukan suasana dan memperkuat persatuan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pernyataan ini, LBMK menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai budaya Melayu yang menjunjung tinggi kedamaian, serta mendukung terciptanya “Ruhui Rahayu”kehidupan masyarakat yang yang harmonis, damai sejahtera, aman, dan tentram di Kalimantan Timur.(*)











Discussion about this post