TARAKAN – Merebaknya isu temuan sampel positif Avian Influenza di sejumlah pasar tradisional di Kota Tarakan memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, pelaku usaha ayam potong memastikan bahwa daging ayam yang beredar tetap aman untuk dikonsumsi.
Owner CV Naga Jaya, Dapot Sinaga, menegaskan bahwa isu flu burung kerap menimbulkan keresahan karena masyarakat sering menyamaratakan semua jenis unggas tanpa memahami perbedaannya.
Menurutnya, jenis unggas sangat beragam, mulai dari ayam potong, ayam kampung, ayam petelur, hingga burung dan bebek yang memiliki penanganan berbeda. Ia juga menyayangkan informasi yang beredar tidak menjelaskan secara spesifik jenis unggas yang disebut terpapar, sehingga memicu kebingungan.
“Kalau ayam potong itu sudah kita vaksin semua terkait flu burung. Kami sudah antisipasi sejak ayam masih kecil (DOC) supaya kami tidak rugi dan masyarakat tetap sehat,” ujar Dapot.
Ia menjelaskan bahwa peternak ayam potong telah menerapkan langkah pencegahan ketat sejak dini, termasuk vaksinasi flu burung serta vaksin Newcastle Disease yang dapat menyerang saraf unggas. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerugian besar akibat kematian massal ternak.
Dapot memastikan seluruh pelaku usaha ayam potong di Tarakan memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga kualitas dan kesehatan ternak mereka. Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak ragu membeli ayam potong di pasar.
Lebih lanjut, ia mengingatkan warga agar lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Sementara itu, isu yang sempat beredar terkait temuan flu burung tersebut juga telah diklarifikasi oleh Dinas Kesehatan dan dinyatakan tidak benar atau hoaks. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, warga tetap dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pastikan daging serta telur dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh potensi virus. Selain itu, gunakan talenan dan pisau terpisah antara bahan mentah dan makanan siap saji.
Masyarakat juga diimbau segera melapor ke fasilitas kesehatan atau instansi terkait apabila menemukan unggas yang mati mendadak dalam jumlah banyak.
Dengan sistem pengawasan dan vaksinasi yang telah berjalan, keamanan daging ayam potong di Tarakan dipastikan tetap terjaga dan layak konsumsi.(*)











Discussion about this post