TARAKAN — Kinerja intermediasi perbankan di Provinsi Kalimantan Utara pada Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Kredit atau pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 75,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh seluruh jenis penggunaan kredit. Kredit modal kerja tumbuh 35,39 persen (yoy), kredit investasi melonjak 168,02 persen (yoy), sedangkan kredit konsumsi tumbuh 7,04 persen (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, sektor industri pengolahan menjadi penyalur kredit terbesar dengan pangsa 44,19 persen dan tumbuh signifikan sebesar 209,73 persen (yoy). Sementara sektor rumah tangga memiliki pangsa 17,78 persen dengan pertumbuhan sebesar 7,04 persen (yoy).
Di tengah pertumbuhan kredit yang tinggi, risiko kredit di Kaltara tetap terkendali. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada pada level 0,72 persen, jauh di bawah ambang batas 5 persen.
Namun demikian, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Kaltara pada Maret 2026 tercatat mengalami kontraksi sebesar 2,13 persen (yoy). Penurunan tersebut dipengaruhi kontraksi komponen giro sebesar minus 24,55 persen (yoy), sementara deposito tumbuh 1,56 persen dan tabungan meningkat 8,57 persen (yoy).
Sementara itu, penyaluran kredit UMKM tercatat masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,03 persen (yoy). Total outstanding kredit UMKM pada Maret 2026 mencapai Rp5,36 triliun.
Porsi kredit UMKM terhadap total kredit juga menurun dari 13,07 persen pada Januari 2026 menjadi 11,16 persen pada Maret 2026. Penyaluran kredit terbesar masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai mencapai Rp2,317 triliun.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik menegaskan sektor perbankan Kaltara tetap berada dalam kondisi sehat dan resilien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(*)











Discussion about this post