TARAKAN – Kodim 0907/Tarakan terus kebut dalam merealisasikan program pembangunan infrastruktur dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan jembatan Aramco yang terletak di RT 03 dan RT 11, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan.
Komandan Kodim 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres fisik pembangunan jembatan tersebut telah berjalan dengan sangat positif dan hampir menyentuh setengah jalan.
“Alhamdulillah, sampai dengan hari ini kita sudah mencapai progres 48 persen. Jadi, kita sudah pasang Aramco-nya, sehingga sekarang tinggal kita cor di bagian atasnya,” ujar Letkol Inf Danan Wisnubrata saat diwawancarai pada Senin (29/6/2026).
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas yang lebih layak bagi masyarakat sekitar, mengingat kondisi jembatan sebelumnya dinilai sudah tidak aman untuk dilewati.
Letkol Inf Danan Wisnubrata menegaskan bahwa fasilitas ini akan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga.
“Kita berharap bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia ini, Prabowo Subianto, itu bisa bermanfaat bagi Bapak, Ibu, atau rekan-rekan yang ada di RT 3 dan di RT 11 di Kota Tarakan ini untuk bisa menggunakan akses jembatan itu. Kita berharap apabila jembatan itu bisa selesai, bisa digunakan untuk segala macam akses, termasuk akses ekonomi, akses pendidikan, dan akses sosial yang lain,” tambahnya.
Tidak hanya berhenti di jembatan Aramco Juata Krikil, Kodim 0907/Tarakan juga tengah bersiap melebarkan sayap pembangunan ke berbagai sudut wilayah Tarakan lainnya. Sebanyak 11 titik jembatan beton dijadwalkan akan segera dibangun guna merespons keluhan warga di tingkat kelurahan.
Pihak Kodim menjelaskan bahwa penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil serap aspirasi bersama para lurah dan laporan yang diteruskan oleh Babinsa di lapangan. Kawasan yang akan disasar antara lain Mamburungan, Juata Kerikil, Juata Laut, hingga Karang Anyar Pantai.
Mengenai target jumlah jembatan yang akan diselesaikan tahun ini, Letkol Inf Danan Wisnubrata menyatakan pihak TNI tidak membatasi kuota dan siap membangun selama masyarakat membutuhkan dan memenuhi kriteria survei.
“Untuk tahun ini, kita targetnya sebanyak-banyaknya. Apabila ada masyarakat yang masih ingin membutuhkan, tolong dilaporkan, tolong disampaikan ke para Babinsa. Apabila kita nanti cek atau kita survei di sana memenuhi syarat untuk kita bangun, kita akan segera bangun. Kita tidak ada target berapa-berapa, yang jelas berapa pun yang diisytihar atau dibutuhkan masyarakat, kami siap,” tegasnya.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada warga lokal dan tokoh masyarakat yang ikut turun tangan membantu personel TNI di lapangan. Berkat tingginya antusiasme dan budaya gotong royong tersebut, proses pengerjaan dapat berjalan dengan cepat dan tanpa hambatan berarti.
Terkait besaran anggaran, Dandim menyebutkan bahwa nilai tiap infrastruktur bersifat variatif karena menyesuaikan dengan kondisi geografis, panjang jembatan, kedalaman sungai, hingga tipe jembatan yang dibangun—baik itu jembatan gantung, beton, maupun Aramco.
Ia pun menutup dengan rasa syukur atas kelancaran proyek sejauh ini. “Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala sama sekali, malah kita didukung, kemudian dibantu oleh masyarakat,” pungkasnya. (**)













Discussion about this post