TARAKAN – Antusiasme masyarakat terhadap program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan masih sangat tinggi. Bahkan, pada beberapa kejuruan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 16 peserta.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Agus Sutanto, S.Sos., M.AP, mengatakan pelatihan pembuatan roti dan kue serta komputer menjadi dua kejuruan dengan peminat terbanyak pada Angkatan II.
“Ada satu kejuruan yang pendaftarnya lebih dari 100 orang, padahal yang diterima hanya 16 peserta. Yang paling banyak diminati adalah roti dan kue serta komputer,” katanya.
Menurut Agus, tingginya minat masyarakat belum dapat diimbangi dengan jumlah pelatihan yang tersedia akibat kebijakan efisiensi anggaran. Tahun ini Disnaker hanya memperoleh enam paket pelatihan. Bahkan pada tahun sebelumnya tidak mendapatkan paket pelatihan sama sekali.
“Beberapa tahun lalu kita pernah melaksanakan 17 bahkan sampai 33 paket pelatihan dalam setahun. Namun dua tahun terakhir jumlahnya jauh berkurang karena efisiensi anggaran,” jelasnya.
Padahal, setiap tahun jumlah pencari kerja yang terdaftar di Kota Tarakan mencapai sekitar 1.500 hingga 1.800 orang. Menurutnya, idealnya sedikitnya separuh dari jumlah tersebut dapat mengikuti pelatihan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Selain meningkatkan kemampuan, peserta pelatihan juga memperoleh sertifikat kompetensi yang kini menjadi salah satu persyaratan penting dalam proses rekrutmen di berbagai perusahaan.
“Kalau melihat kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sekarang, sertifikasi kompetensi sudah menjadi syarat yang banyak diminta. Karena itu pelatihan seperti ini masih sangat diperlukan,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post