TARAKAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan mencatat jumlah pencari kerja di Kota Tarakan setiap tahun berkisar antara 1.500 hingga 1.600 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen merupakan lulusan SMA, SMK, atau sederajat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tarakan, Agus Sutanto, mengatakan lulusan SMA dan SMK masih menjadi kelompok yang paling banyak mencari pekerjaan setiap tahunnya.
“Jumlah pencari kerja di Tarakan setiap tahun kurang lebih 1.500 sampai 1.600 orang. Yang paling banyak memang lulusan SMA dan SMK sederajat, sekitar 800 sampai 900 orang atau hampir 50 persen,” ujar Agus.
Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka pencari kerja adalah melalui berbagai program pelatihan keterampilan. Pelatihan tersebut dirancang agar para pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Salah satu solusinya adalah memberikan pelatihan keterampilan, baik pelatihan berbasis kompetensi maupun pelatihan kewirausahaan. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan mereka bisa bekerja di dunia industri atau membuka usaha sendiri,” katanya.
Agus menjelaskan, melalui kebijakan terbaru, peserta Pelatihan Vokasi Nasional diprioritaskan bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para lulusan sehingga lebih siap memasuki dunia kerja.
Sementara itu, bagi lulusan perguruan tinggi, Disnaker menyediakan program pemagangan sebagai alternatif untuk memperoleh pengalaman kerja.
“Untuk lulusan S1 tersedia program pemagangan dalam negeri. Pendaftaran saat ini juga sudah dilakukan secara daring melalui aplikasi yang telah disediakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program pemagangan dalam negeri umumnya berlangsung selama empat hingga enam bulan. Selain itu, terdapat pula program pemagangan luar negeri dengan masa penempatan sekitar tiga hingga lima tahun di sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan.
Namun, Agus menyebut hingga saat ini belum ada pelaksanaan seleksi peserta magang luar negeri di wilayah Kalimantan Utara. Seleksi masih lebih banyak dilaksanakan di sejumlah daerah di Pulau Jawa yang menjadi pusat pelaksanaan program tersebut.
“Kami berharap melalui pelatihan vokasi dan program pemagangan, para pencari kerja memiliki bekal keterampilan dan pengalaman sehingga peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan maupun menjadi wirausaha semakin besar,” tutupnya.(*)











Discussion about this post