TARAKAN — Ketersediaan air baku di Kota Tarakan mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada produksi air bersih yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan.
Direktur PDAM Kota Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan kondisi air baku di Embung Binalatung saat ini sudah sangat menipis. Bahkan, air di bagian lubang hisap sudah tidak lagi dapat digunakan secara maksimal.
“Di Embung Binalatung, airnya sudah habis. Bahkan di lubang hisapnya sudah tidak bisa menghisap lagi,” ujar Iwan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat produksi air PDAM mengalami penurunan dari sekitar 333–340 liter per detik menjadi 191 liter per detik. Dengan demikian, terjadi penurunan produksi sekitar 142 liter per detik atau hampir 30 persen.
Penurunan produksi tersebut mulai dirasakan oleh pelanggan, terutama masyarakat yang berada di wilayah perbukitan dan pesisir. Sementara sejumlah wilayah yang mendapatkan pelayanan dari instalasi pengolahan air (IPA) tertentu masih dalam kondisi relatif aman.
“Yang terasa betul itu daerah perbukitan dan daerah pesisir,” katanya.
Iwan menjelaskan, wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pelanggan yang dilayani IPA Kampung 1 dan IPA Persemayan. Untuk IPA Kampung 1, wilayah terdampak meliputi Mamburungan, Kampung 1, Kampung 4, Kampung 6, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang, serta sebagian wilayah Selumit Pantai.
Sementara untuk wilayah pelayanan IPA Persemayan, dampak dapat dirasakan di antaranya di Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, Persemayan, hingga kawasan Jembatan Bongkok.
Menghadapi kondisi tersebut, PDAM Kota Tarakan telah melakukan pembahasan bersama tim distribusi dan produksi untuk mengatur pola pelayanan kepada pelanggan.
“Kita sudah rapatkan dan diskusikan dengan tim distribusi dan produksi. Mungkin nanti akan kita gilir dua hari sekali,” jelas Iwan.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan yang berpotensi terdampak, untuk terus memantau informasi resmi dari PDAM Kota Tarakan melalui media sosial. Informasi tersebut akan memuat jadwal distribusi air, termasuk waktu aliran air dibuka maupun dihentikan sementara.
“Pelanggan kami imbau melihat pengumuman di PDAM dan media sosialnya PDAM, agar mengetahui jadwal kapan air mengalir dan kapan alirannya dimatikan,” ujarnya.
Iwan memperkirakan sekitar 15 ribu pelanggan akan merasakan dampak dari penurunan produksi tersebut. Jumlah tersebut merupakan sekitar 30 persen dari keseluruhan pelanggan yang terdampak akibat berkurangnya kapasitas produksi air.
PDAM Kota Tarakan pun terus melakukan pengaturan distribusi agar pelayanan air bersih tetap dapat diberikan kepada masyarakat di tengah kondisi keterbatasan air baku.(*)











Discussion about this post