TARAKAN — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kelurahan Sebengkok memberikan santunan atau bantuan kepada peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional asal Kota Tarakan yang akan menjadi bagian dari kafilah Kalimantan Utara di tingkat nasional di Jakarta.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ar Rahman dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Asisten I Pemerintah Kota Tarakan, Ilyas, yang mewakili Wali Kota Tarakan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan LPTQ Kelurahan Sebengkok kepada para peserta MTQ.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para kafilah untuk lebih giat berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional.
“Kita berharap mudah-mudahan ini menjadi sebuah dorongan untuk lebih fokus dan bekerja lebih keras lagi, latihan lebih keras lagi, sehingga mudah-mudahan dapat meraih juara terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Ilyas menyebutkan, dari sejumlah peserta asal Tarakan yang mengikuti proses seleksi, terdapat tiga orang kafilah asal Tarakan yang berhasil lolos untuk mewakili Kalimantan Utara pada MTQ Nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tarakan telah memberikan dukungan berupa uang pembinaan kepada para juara dan pelatih pada tingkat kota.
Dukungan dari berbagai pihak, kata Ilyas, menjadi bagian penting dalam memberikan semangat kepada generasi Qur’ani untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah.
“Ini tentu suatu upaya yang baik dan mudah-mudahan ke depannya ini menjadi contoh dan kita akan berusaha untuk memaksimalkan upaya-upaya seperti ini,” katanya.
Dengan dukungan tersebut, para kafilah asal Tarakan diharapkan mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik pada MTQ Nasional di Jakarta.
Sementara itu, LPTQ Kelurahan Sebengkok terus mendorong pembinaan generasi Qur’ani hingga mampu berprestasi di tingkat nasional. Tahun ini, tiga kafilah asal Sebengkok akan mewakili Kalimantan Utara untuk berlaga pada ajang tingkat nasional.
Ketua LPTQ Sebengkok, Tamrin, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota hingga provinsi, telah menunjukkan hasil.
“Ini merupakan satu kebanggaan bagi kami. Salah satu visi kami adalah menciptakan kafilah dengan standar nasional. Alhamdulillah, tahun ini sudah tercapai,” ujar Tamrin.
Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian dalam perlombaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin dekat dan fokus mempelajari Al-Qur’an.
Tamrin mengungkapkan, LPTQ Sebengkok juga memiliki catatan prestasi di tingkat kelurahan. Sebengkok disebut telah meraih juara umum sebanyak empat kali secara berturut-turut.
“Motivasi kami sekarang bukan lagi sekadar menjadi juara umum, tetapi bagaimana bisa menjadi juara di ajang nasional,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 19 peserta yang lolos untuk mengikuti ajang tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya berasal dari Sebengkok. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang dihadapi peserta untuk mengikuti kompetisi nasional.
“Kami akan melakukan evaluasi ke depannya. Kalau pemerintah belum bisa menyediakan dana untuk tingkat nasional, kami akan mencari alternatif agar LPTQ bisa lebih mandiri,” jelas Tamrin.
Untuk keberangkatan, rombongan LPTQ Kalimantan Utara direncanakan berangkat pada 10 September. Sementara jadwal perlombaan akan menyesuaikan pengaturan dari pihak provinsi.
Tamrin optimistis kafilah Sebengkok mampu meraih hasil terbaik di tingkat nasional. Berdasarkan evaluasi dari kompetisi sebelumnya di tingkat kecamatan, kota, dan provinsi, ia menilai potensi para kafilah cukup besar.
“Kami melihat peluang di tingkat nasional sangat besar. Mudah-mudahan bisa membawa pulang medali dari tingkat nasional,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post