TARAKAN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut mencakup digitalisasi, akses pembiayaan, penguatan ekosistem halal, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pasar ekspor.
Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing UMKM Kaltara agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, memperluas pasar, serta berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.
Salah satu program yang dijalankan yakni Onboarding UMKM Digital. Program ini mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan transaksi melalui adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Selain digitalisasi, BI Kaltara juga memperkuat akses pembiayaan melalui Business Matching Pembiayaan. Program tersebut mempertemukan UMKM potensial dengan lembaga keuangan sehingga pelaku usaha memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber pembiayaan, termasuk melalui program BISAID.
Dari sisi pemasaran, orientasi ekspor turut menjadi perhatian. Melalui Business Matching Ekspor, UMKM didorong untuk terhubung dengan calon pembeli dari pasar internasional melalui berbagai kegiatan strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Penguatan kapasitas UMKM juga dilakukan melalui Impactful Program yang menyasar sektor-sektor potensial di Kaltara. Di antaranya pengembangan Cangkir Barista pada sektor kopi serta Citra Nusa di bidang wastra.
Sementara itu, dalam pengembangan ekonomi syariah, BI Kaltara mendorong penguatan rantai nilai halal melalui fasilitasi sertifikasi halal serta pembentukan Kawasan Halal, Aman dan Sehat (KHAS).
Pemberdayaan tidak hanya menyasar sektor perdagangan dan jasa. BI Kaltara juga memberikan perhatian terhadap sektor pertanian melalui program Pertanian Digital dan Berkelanjutan.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital dan penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya BI Kaltara mendorong pertumbuhan UMKM yang berkualitas dan berkelanjutan. Pengembangan UMKM tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran, tetapi juga mendorong terciptanya lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja di daerah.
Dengan penguatan pada aspek digitalisasi, pembiayaan, kapasitas usaha, sertifikasi halal, hingga akses pasar ekspor, UMKM Kaltara diharapkan semakin mampu naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.(*)











Discussion about this post