TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, menegaskan penyelenggaraan Job Fair 2026 merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Tarakan dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan dunia industri secara langsung.
Hal itu disampaikan Khairul saat membuka secara resmi Pameran Bursa Kerja (Job Fair) 2026 di Aula UPTD Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Khairul menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan sebagai penyelenggara kegiatan, serta kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Tarakan, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada seluruh perusahaan yang telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Tarakan,” ujarnya.
Menurut Khairul, Job Fair bukan sekadar ajang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Tarakan.
Tahun ini, Job Fair mengusung tema “Membangun Karier Berkompeten, Transparan dan Inklusif dari Daerah.” Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan ketenagakerjaan saat ini karena menekankan pentingnya kesempatan kerja yang terbuka, profesional, dan bebas diskriminasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Khairul menjelaskan, penyelenggaraan Job Fair memiliki tujuan strategis, mulai dari memfasilitasi pencari kerja memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi, membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja berkualitas, menyediakan data ketenagakerjaan sebagai dasar penyusunan program pelatihan, hingga menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja.
Ia juga mengajak para pencari kerja memanfaatkan momentum Job Fair dengan sebaik-baiknya melalui peningkatan kompetensi, pembentukan karakter yang baik, serta etos kerja profesional agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain itu, Khairul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Khairul turut memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Kota Tarakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tarakan pada Agustus 2025 tercatat sebesar 5,06 persen atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian ini patut kita syukuri, namun juga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ketenagakerjaan dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” katanya.
Pada Job Fair 2026, sebanyak 10 perusahaan membuka berbagai lowongan kerja bagi masyarakat Tarakan. Khairul berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperkuat kesejahteraan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui Job Fair Tahun 2026 ini, saya berharap semakin banyak masyarakat Kota Tarakan yang memperoleh pekerjaan sesuai kompetensinya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(*)












Discussion about this post