TARAKAN – Antusiasme masyarakat mengikuti Job Fair 2026 yang digelar di Gedung UPT Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Rabu (29/7/2026), terlihat sejak pagi. Ratusan pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan memadati lokasi kegiatan untuk memperebutkan lowongan yang dibuka sejumlah perusahaan.
Para pelamar tampak membawa map berisi dokumen lamaran. Sebagian sibuk menulis alamat pada amplop lamaran, sementara lainnya memeriksa kembali kelengkapan berkas agar tidak ada dokumen yang tertinggal. Di sudut lain, beberapa pencari kerja menunggu giliran sambil berteduh di sekitar lokasi dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan yang diimpikan.
Di antara ratusan pelamar tersebut, terdapat Mohammad Fahri Turmudzi, lulusan SMK Negeri 2 Tarakan jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) angkatan 2025. Fahri mengaku baru mengetahui informasi pelaksanaan Job Fair pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
“Dari WA dapat informasinya tadi malam,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Karena menerima informasi secara mendadak, Fahri belum sempat mengurus Kartu Kuning di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan. Ia pun harus mengantre untuk mengurus dokumen tersebut di lokasi kegiatan.
Awalnya, Fahri hanya berencana melamar ke satu perusahaan. Namun setelah melihat daftar peserta Job Fair, ia mulai mempertimbangkan beberapa perusahaan yang membuka peluang bagi lulusan SMK.
Ia sempat melirik lowongan di PT Phoenix dan PT FIF Group. Namun setelah mempelajari persyaratan yang ditetapkan, Fahri akhirnya memilih melamar ke PT Matahari Putra Prima (Hypermart) serta perusahaan lain yang membuka kesempatan bagi lulusan SMK.
“Mungkin ke PT Matahari Putra Prima (Hypermart), sama nanti lihat peluang di perusahaan lain,” katanya.
Fahri mengakui tidak semua lowongan dapat dilamarnya karena sejumlah perusahaan mensyaratkan pendidikan minimal diploma atau sarjana. Sebagai lulusan baru, pengalaman kerja yang dimilikinya pun masih terbatas pada Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama menempuh pendidikan di SMK.
“Kalau lulusan SMK, pengalaman kerja paling dari PKL saja,” ucapnya.
Meski demikian, Fahri tetap optimistis memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan melalui bursa kerja yang difasilitasi Pemerintah Kota Tarakan tersebut.
Menurutnya, mencari pekerjaan setelah lulus sekolah bukan perkara mudah. Banyak perusahaan menetapkan persyaratan pendidikan yang cukup tinggi sehingga kesempatan bagi lulusan SMK menjadi lebih terbatas.
“Kalau mencari pekerjaan memang cukup susah. Rata-rata persyaratannya D3 atau S1, sedangkan saya belum punya,” tuturnya.
Sebelum mengikuti Job Fair, Fahri telah beberapa kali mengirimkan lamaran melalui platform pencarian kerja seperti JobStreet dan Glints. Namun hingga kini ia belum memperoleh panggilan kerja.
“Sebelumnya saya sudah beberapa kali daftar secara online lewat JobStreet atau Glints. Sekarang baru coba melamar langsung di Job Fair,” katanya.
Selain mencari pekerjaan, Fahri mengungkapkan dirinya sempat bercita-cita menjadi prajurit TNI. Ia telah dua kali mengikuti seleksi, masing-masing di TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Namun, keduanya belum membuahkan hasil.
“Saya gagal di psikotes,” ungkapnya.
Untuk sementara, Fahri memilih fokus mencari pekerjaan. Sementara rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih dipertimbangkan bersama keluarga karena faktor ekonomi.
“Mungkin masih dipikir-pikirkan juga karena masalah ekonomi,” katanya.
Meski begitu, ia belum menutup kemungkinan kembali mengikuti seleksi TNI apabila kesempatan kembali dibuka.
Saat ini, prioritas utamanya adalah memperoleh pekerjaan agar dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus menambah pengalaman kerja.
Fahri berharap Job Fair Tarakan 2026 menjadi peluang bagi dirinya maupun pencari kerja lainnya, khususnya lulusan SMK, untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“Pokoknya yang buka lowongan untuk lulusan SMK, saya daftar,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post