TARAKAN — Asap akibat kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kondisi tersebut dalam beberapa hari terakhir bahkan sempat menyebabkan jarak pandang turun hingga sekitar 500 meter.
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahrudin Rahmad, mengatakan, berdasarkan informasi meteorologi yang diterima pihak bandara, aktivitas kebakaran lahan telah terpantau sejak 10 Agustus 2026.
“Memang dari beberapa kali dilaporkan adanya kondisi tersebut. Dampaknya di Kota Tarakan ada, namun tidak terlalu signifikan. Jarak pandang masih berada di kisaran 4 sampai 5 kilometer,” ujar Fahrudin.
Menurutnya, asap berasal dari sejumlah titik kebakaran lahan di beberapa wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur. Sementara di Kalimantan Utara, laporan kebakaran lahan salah satunya terpantau di wilayah Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
Pergerakan angin dari arah selatan menuju utara kemudian membawa asap ke wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan.
Dampak asap mulai terasa lebih signifikan dalam dua hari terakhir. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, jarak pandang di wilayah Tarakan sempat menurun hingga sekitar 1 kilometer pada pukul 14.00 WITA.
“Alhamdulillah, pada waktu itu tidak ada penerbangan yang masuk, sehingga tidak mengganggu penerbangan,” katanya.
Kondisi kemudian berangsur membaik pada sore hari. Sekitar pukul 17.00 WITA, jarak pandang meningkat menjadi sekitar 2 kilometer dan selanjutnya mencapai sekitar 3 kilometer.
Namun, kondisi serupa kembali terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026. Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan dan Bandara Juwata, sekitar pukul 14.00 WITA jarak pandang kembali turun hingga sekitar 1 kilometer akibat asap.
Bahkan, sekitar pukul 14.30 WITA, kondisi semakin memburuk dengan jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 500 meter.
“Laporan terakhir, Alhamdulillah, sudah mulai membaik. Jarak pandang saat ini sudah kurang lebih 1.000 meter. Harapannya semoga semakin membaik dan asap yang saat ini berdampak di Kota Tarakan bisa segera hilang,” ujar Fahrudin.
Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang dan cuaca sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan operasional penerbangan di Bandara Juwata Tarakan.(*)











Discussion about this post