TARAKAN – Kondisi jarak pandang yang menurun akibat kabut mengganggu aktivitas penerbangan menuju Bandara Juwata Tarakan, Senin (31/8/2026). Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 535 yang melayani rute Makassar-Tarakan terpaksa mengurungkan pendaratan dan kembali ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.
Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Tarakan sekitar pukul 12.50 WITA. Namun, ketika mendekati wilayah Tarakan, pilot memutuskan untuk tidak melakukan pendaratan karena kondisi jarak pandang dinilai belum memungkinkan untuk menjamin keselamatan penerbangan.
Salah seorang penumpang, Ade, mengatakan pesawat sebelumnya telah mendekati Bandara Juwata dan bahkan Kota Tarakan sudah terlihat dari dalam kabin. Namun, pesawat kemudian kembali naik dan mengambil keputusan untuk kembali ke Balikpapan.
“Sudah mau turun dan Tarakan juga sudah kelihatan. Tapi karena jarak pandang kurang bagus, akhirnya pesawat naik lagi dan kembali ke Balikpapan,” ujar Ade melalui pesan WhatsApp.
Ade bersama istri dan seorang anggota keluarganya sebelumnya berangkat dari Makassar sekitar pukul 09.20 WITA. Pesawat kemudian tiba di Balikpapan sekitar pukul 11.30 WITA sebelum melanjutkan penerbangan menuju Tarakan sekitar pukul 13.00 WITA.
Namun, penerbangan menuju Tarakan tidak berjalan sesuai rencana. Setelah mendekati wilayah tujuan, pesawat kembali ke Balikpapan dan mendarat sekitar pukul 14.57 WITA.
“Kami sekarang kembali berada di terminal Bandara Balikpapan dan masih menunggu kepastian apakah bisa melanjutkan penerbangan ke Tarakan,” katanya.
Sekitar pukul 15.10 WITA, para penumpang yang seharusnya melanjutkan perjalanan ke Tarakan kembali diarahkan menuju gate di terminal Bandara Balikpapan sembari menunggu informasi terbaru dari pihak maskapai.
Ade mengatakan hingga saat itu belum ada kepastian mengenai waktu keberangkatan berikutnya.
“Masih menunggu informasi selanjutnya. Belum bisa ke Tarakan karena kabut cukup parah. Kalau sesuai jadwal, seharusnya kami sudah tiba di Tarakan pukul 12.50 WITA,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Kota Tarakan M. Sulam Khilmi menjelaskan bahwa kondisi jarak pandang di wilayah Tarakan mengalami penurunan cukup signifikan pada Senin siang.
Menurutnya, sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WITA, jarak pandang berada di kisaran 1.000 meter. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan hasil pemantauan sebelumnya pada sekitar pukul 10.00 WITA, ketika jarak pandang masih mencapai sekitar 5.000 meter.
“Sekitar pukul 14.30 WITA hingga sekarang, jarak pandang terpantau sekitar 500 meter,” jelas Sulam.
Penurunan jarak pandang tersebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan di Bandara Juwata Tarakan. (*)











Discussion about this post