TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) menyusul kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Tarakan dalam sepekan terakhir.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan bahwa hingga pertengahan bulan ini baru tercatat satu kejadian kebakaran lahan. Kebakaran tersebut terjadi di wilayah Juwata Krikil pada 13 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 Wita.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, sampai tanggal 17 kondisi cuaca di Tarakan masih kering dan baru ada prediksi hujan setelah itu. Karena itu, fokus kewaspadaan kami saat ini adalah kebakaran lahan dan hutan,” ujar Yonsep.
Ia menjelaskan, kebakaran yang terjadi kemarin berada di lahan masyarakat. Namun, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, belum diketahui siapa pemilik lahan maupun pihak yang melakukan pembakaran.
“Lahannya cukup luas. Kalau satu hamparan itu sekitar satu hektare, dengan beberapa titik api. Lokasinya dekat dengan permukiman warga di Juwata Krikil,” jelasnya.
Yonsep menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di kawasan perbukitan, dengan api menjalar dari bagian atas bukit ke bawah. Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran tersebut diduga kuat akibat aktivitas pembakaran.
“Kondisinya memang dibakar, tetapi siapa pelakunya belum diketahui. Pemilik lahan juga belum ditemukan,” katanya.
BPBD Tarakan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
“Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran, agar tidak membahayakan lingkungan dan permukiman,” pungkas Yonsep.(*)











Discussion about this post