NUNUKAN — Anggota DPR RI Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, MA, terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Pada tahun 2026, sebanyak 939 siswa se-Kabupaten Nunukan mendapatkan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Khusus untuk wilayah Dapil 4 (Kabudaya) yang meliputi Kecamatan Sembakung, Lumbis, Mansalong, Sebuku dan wilayah sekitarnya, pada tahap pertama tahun 2026 terdapat 207 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang mendapatkan beasiswa PIP.
Deddy Sitorus hadir langsung di tengah masyarakat untuk bertemu dengan para siswa dan orang tua penerima beasiswa. Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah.
“Ini bentuk komitmen saya dalam memperjuangkan aspirasi pendidikan. Hari ini saya hadir langsung bertemu dengan siswa-siswi dan orang tua penerima Beasiswa Program Indonesia Pintar tahun 2026 tahap pertama,” ujar Deddy Sitorus.
Ia berharap bantuan PIP tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, terutama membeli perlengkapan sekolah dan menunjang kegiatan belajar.
Deddy juga berpesan kepada para siswa agar menggunakan waktu dengan baik dan lebih fokus pada pendidikan.
“Saya berharap beasiswa ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dipergunakan untuk keperluan perlengkapan sekolah. Anak-anak harus fokus belajar agar menjadi cerdas. Manfaatkan waktu yang ada dengan baik dan jangan terlalu banyak bermain game,” pesannya.
Deddy menegaskan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan penambahan kuota Program Indonesia Pintar bagi masyarakat di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, kuota PIP pada tahun 2026 masih terbatas sehingga perlu diperjuangkan agar pada tahun berikutnya lebih banyak siswa yang dapat menerima manfaat program tersebut.
“Saya akan terus berkomitmen memperjuangkan kuota Beasiswa Program Indonesia Pintar. Tahun 2026 ini kuota kita masih sangat sedikit. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi. Beberapa sekolah juga akan kita usulkan untuk mendapatkan kuota beasiswa PIP,” katanya.
Rumah Aspirasi untuk Mahasiswa dan Warga yang Berobat
Dalam kesempatan tersebut, Deddy Sitorus juga menyampaikan keberadaan Rumah Aspirasi di Kota Tarakan yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat yang membutuhkan tempat singgah ketika berada di Tarakan.
Ia menjelaskan, Rumah Aspirasi tersebut dipersiapkan untuk membantu mahasiswa serta masyarakat yang datang ke Tarakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari berbagai wilayah, seperti Kabudaya, Krayan, Malinau, Nunukan, Tanjung Selor, Apau Kayan, hingga wilayah Kalimantan Utara lainnya.
“Saya punya Rumah Aspirasi di Kota Tarakan. Nantinya rumah ini dapat ditempati mahasiswa maupun masyarakat yang datang untuk berobat dari luar Kota Tarakan. Misalnya dari Kabudaya, Krayan, Malinau, Nunukan, Tanjung Selor, Apau Kayan dan wilayah lainnya. Jika ada yang membutuhkan, bisa langsung memanfaatkannya,” ungkap Deddy.
Menurutnya, keberadaan Rumah Aspirasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama bagi warga dari daerah yang harus datang ke Tarakan untuk keperluan pendidikan maupun pelayanan kesehatan.
Perjuangan terhadap sektor pendidikan, kata Deddy, akan terus dilakukan agar semakin banyak anak-anak di Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak serta dukungan melalui berbagai program pemerintah.(*)











Discussion about this post