Tarakan – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A., mengingatkan para orang tua agar memanfaatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sesuai peruntukannya, yakni untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak.
Pesan tersebut disampaikan Deddy saat kegiatan penyerahan bantuan PIP kepada para pelajar di Aula Gereja Katolik St. Yosep Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan.
Dalam kesempatan itu, Deddy menjelaskan bahwa besaran bantuan PIP telah mengalami peningkatan. Untuk jenjang SMP, bantuan kini mencapai sekitar Rp750 ribu, sedangkan untuk jenjang SMA sekitar Rp1 juta.
Selain memperjuangkan bantuan PIP, Deddy mengungkapkan dirinya juga tengah mengupayakan kesempatan kuliah bagi sekitar 70 anak asal Kalimantan Utara, khususnya dari wilayah pedalaman.
Ia mengatakan telah menyiapkan fasilitas asrama selama satu tahun di Rumah Aspirasi Sitorus yang berada di kawasan Gunung Lingkas, Lingkas Ujung, Tarakan, guna mendukung para calon mahasiswa tersebut.
“Saya berharap anak-anak dari pedalaman juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Deddy menegaskan bahwa dana PIP bukanlah tambahan penghasilan keluarga, melainkan bantuan yang harus diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan anak.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan, termasuk membeli perlengkapan sekolah maupun memenuhi kebutuhan gizi anak agar dapat belajar dengan baik.
“Pastikan anak-anak mendapatkan vitamin yang cukup dan protein yang cukup. Mungkin jumlah bantuannya tidak terlalu besar, tetapi gunakan benar-benar untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan mereka agar bisa belajar dengan konsentrasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar dana bantuan tidak digunakan untuk kepentingan lain di luar pendidikan, seperti kebutuhan konsumtif orang tua.
“Jangan digunakan untuk keperluan lain. Ada tanggung jawab dalam program ini. Kalau uang ini tidak digunakan untuk kepentingan pendidikan anak, bukan hanya merugikan anak sendiri, tetapi juga anak-anak lain yang sebenarnya lebih membutuhkan bantuan tersebut,” tegasnya.
Deddy berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan Program Indonesia Pintar secara bijaksana sehingga tujuan pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia dapat tercapai.(*)












Discussion about this post