Selasa, 21 April 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah

Kemenko Polkam Akui Gagal Bendung Judi Online, Teknologi Bandar Lebih Canggih!

by Admin
08/01/2025
in Daerah, Hukum & Kriminal, Kaltara, Tarakan
A A
Kemenko Polkam Akui Gagal Bendung Judi Online, Teknologi Bandar Lebih Canggih!

FOTO : Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsekal Muda TNI Eko D. Indarto, S.IP., M.Tr. (Han)

SB, TARAKAN – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengaku mengalami kesulitan besar dalam memerangi perjudian online (judol) yang terus menjamur di ruang digital. Meskipun ribuan konten ditutup setiap hari, keberadaan situs dan akun promosi judol seolah tak ada habisnya.

Hal ini diungkapkan Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsekal Muda TNI Eko D. Indarto, S.IP., M.Tr. (Han) dalam kegiatan literasi keamanan siber di Hotel Tarakan Plaza, Kamis (31/7/2025). Acara tersebut fokus memberikan pemahaman tentang perlindungan data pribadi serta bahaya judi online yang kini bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga

Asrin R. Saleh Selaku Anggota DPRD Tarakan Pastikan Semenisasi Jalan di Wilayah Pantai Amal Tetap Berjalan

Warga Pantai Amal Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak, Harus Diulang Setiap Enam Bulan

Sapi Masuk Tarakan Diuji Ulang, Karantina Pastikan Bebas Penyakit Sebelum Didistribusikan

“Dunia digital sudah berkembang besar digunakan di seluruh dunia, Pak. Kita berbicaranya dengan istilah bahwa teknologi digital itu ibarat pedang bermata dua, Pak. Ada yang memanfaatkan kalau kita tahu cara menggunakan dan regulasinya menata hal itu,” jelas Eko.

Eko menilai minimnya literasi digital di kalangan masyarakat menjadi celah empuk bagi pelaku bisnis judol. Banyak masyarakat tergoda karena ingin mendapat uang secara instan, tanpa menyadari bahwa sistem yang dijalankan sudah dikendalikan sepenuhnya oleh mesin algoritma yang dirancang agar pemain selalu kalah.

“Padahal kita sudah sampaikan, judi dimanapun juga para pemain tidak akan pernah menang. Apalagi sekarang yang judi online itu menggunakan algoritma mesin. Mereka jauh lebih pintar, sudah mengatur bagaimana bisa menata manajemen mereka agar jangan sampai kalah. Manusia pasti kalah. Inilah yang sangat mengganggu,” tegasnya.

Menurut Eko, dampaknya lebih dari sekadar kerugian uang. Pemain justru mengalami gangguan psikologis karena selalu ingin mengembalikan kekalahan.

“Mengganggu mindset mereka. Bahwa dia penasaran, ingin terus dan terus,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, saat ini Kemenko Polkam telah membentuk Desk Pemberantasan Judi Online dan bekerja sama dengan PPATK, Mabes Polri, dan OJK untuk memantau serta memblokir aktivitas judol. Namun, diakuinya, kerja tersebut seperti menggali pasir di pantai: tak pernah tuntas.

“Kami belum spesifikasi, tapi secara umum kami dapat laporan. Dari tiap minggu kami laporan. Kemenko Polkam membentuk desk pemberantasan judol. Kita juga yang menangani hal itu. Laporan itu diberikan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kemudian dari Mabes Polri, dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dimasukkan ke Komdigi untuk di-takedown,” jelas Eko.

Namun, meskipun ada laporan rutin, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ribuan konten masih bermunculan setiap hari.

“Dimasukkan ke Komdigi untuk di-takedown. Yang saya dapat laporannya, sehari itu bisa 5.000-6.000 konten ditutup. Itu masih belum semuanya bisa. Mereka banyak cara masuk. Silakan dilihat ini, makanya perhatian bagi kita semua,” katanya.

Salah satu kendala besar adalah teknik penyembunyian link yang digunakan para pelaku judol, misalnya tidak menaruh tautan langsung di halaman utama, tetapi di bagian komentar media sosial, membuatnya sulit dilacak.

“Teman-teman kita ini kadang kebingungan. Kenapa? Orang-orang yang berbisnis judol ini bicara tentang judol. Mereka memasukkan linknya tidak di halaman utamanya,” ungkapnya.

“Di komentar sekarang. Di komentar-komentar. Ada 1.500 komentar, punya follower. Dia masuk di situ. Gimana kita memeriksanya satu-satu? Orang yang punya kepentingan, janjinya di komentarnya di situ. Untuk masuk di situ. Itulah yang berbeda. Ini tanggung jawab kita ke depannya,” tambah Eko.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemberantasan judol bukan hanya tugas pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk turut aktif menjaga keamanan digital, terutama dalam melindungi data pribadi.

“Makanya berat sekali. Kita harus benar-benar melindungi data pribadi, berangkat dari pribadi masing-masing. Tapi itu tadi, teknologinya berkembang cepat. Kita harus dorong, harus bersama-sama. Kalau sendiri saya yakin berat,” ujar Eko.

Ia pun menyayangkan bahwa bagi para pelaku, judi online hanyalah bisnis yang akan terus dipertahankan dengan berbagai cara.

“Memang kita sedih ya. Judol bagi mereka adalah bisnis. Karena kalau bisnis mereka diganggu, pasti akan cari cara lain untuk masuk dan mempertahankan bisnisnya,” tutupnya. (sdq)

Tags: Kemenko Polkam

Berita Lainnya

Asrin R. Saleh Selaku Anggota DPRD Tarakan Pastikan Semenisasi Jalan di Wilayah Pantai Amal Tetap Berjalan

Asrin R. Saleh Selaku Anggota DPRD Tarakan Pastikan Semenisasi Jalan di Wilayah Pantai Amal Tetap Berjalan

by Redaksi
04/21/2026
0

Tarakan – Rencana pembangunan jembatan permanen melalui betonisasi di RT 10 Binalatung, Kelurahan Pantai Amal, dipastikan belum dapat direalisasikan pada...

Warga Pantai Amal Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak, Harus Diulang Setiap Enam Bulan

Warga Pantai Amal Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak, Harus Diulang Setiap Enam Bulan

by Redaksi
04/21/2026
0

Tarakan — Kerusakan jembatan kayu di Kelurahan Pantai Amal kembali menjadi keluhan warga. Dari lima jembatan yang ada, sedikitnya tiga...

Sapi Masuk Tarakan Diuji Ulang, Karantina Pastikan Bebas Penyakit Sebelum Didistribusikan

Sapi Masuk Tarakan Diuji Ulang, Karantina Pastikan Bebas Penyakit Sebelum Didistribusikan

by Redaksi
04/21/2026
0

Tarakan — Ratusan ekor sapi yang baru tiba di Kota Tarakan menjalani pemeriksaan kesehatan ketat sebelum didistribusikan ke masyarakat. Petugas...

LBMK Imbau Wilayah Kaltim Agar Selalu Menjaga Kondusivitas Wilayah Serta Stabilitas Sosial dan Keamanan

LBMK Imbau Wilayah Kaltim Agar Selalu Menjaga Kondusivitas Wilayah Serta Stabilitas Sosial dan Keamanan

by Redaksi
04/21/2026
0

Tarakan -Pengurus Pusat Lembaga Budaya Melayu Kalimantan (LBMK) mengimbau masyarakat Melayu di Kalimantan Timur untuk tetap menjaga kondusivitas di tengah...

Pembangunan Jembatan Ulinisasi di Wilayah Pesisir Jadi Prioritas

Pembangunan Jembatan Ulinisasi di Wilayah Pesisir Jadi Prioritas

by Redaksi
04/20/2026
0

TARAKAN – Selain program semenisasi jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan berbahan kayu ulin (ulinisasi) di wilayah pesisir Tanjung Pasir dan...

Asrin R. Saleh Tinjau Program Semenisasi Jalan di Tanjung Pasir Yang Sudah Mulai Tahap Pengukuran

Asrin R. Saleh Tinjau Program Semenisasi Jalan di Tanjung Pasir Yang Sudah Mulai Tahap Pengukuran

by Redaksi
04/20/2026
0

TARAKAN – Anggota DPRD Tarakan, Asrin R. Saleh, turun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus mendampingi konsultan dalam proses pengukuran...

Next Post
Kemenko Polkam Gelar Literasi Keamanan Siber di Tarakan, Bekali ASN dan Masyarakat Hadapi Hoaks dan Ancaman Digital

Kemenko Polkam Gelar Literasi Keamanan Siber di Tarakan, Bekali ASN dan Masyarakat Hadapi Hoaks dan Ancaman Digital

DPRD Kaltara Sosialisasikan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak di Nunukan, Wujud Nyata Lawan Kekerasan

DPRD Kaltara Sosialisasikan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak di Nunukan, Wujud Nyata Lawan Kekerasan

Inflasi Nunukan Capai 1,76 Persen, BPS: Ikan, Beras, dan Bumbu Dapur Jadi Pemicu

Inflasi Nunukan Capai 1,76 Persen, BPS: Ikan, Beras, dan Bumbu Dapur Jadi Pemicu

Discussion about this post

Terlaris

Asrin R. Saleh Selaku Anggota DPRD Tarakan Pastikan Semenisasi Jalan di Wilayah Pantai Amal Tetap Berjalan

Asrin R. Saleh Selaku Anggota DPRD Tarakan Pastikan Semenisasi Jalan di Wilayah Pantai Amal Tetap Berjalan

04/21/2026
Warga Pantai Amal Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak, Harus Diulang Setiap Enam Bulan

Warga Pantai Amal Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak, Harus Diulang Setiap Enam Bulan

04/21/2026
Sapi Masuk Tarakan Diuji Ulang, Karantina Pastikan Bebas Penyakit Sebelum Didistribusikan

Sapi Masuk Tarakan Diuji Ulang, Karantina Pastikan Bebas Penyakit Sebelum Didistribusikan

04/21/2026
LBMK Imbau Wilayah Kaltim Agar Selalu Menjaga Kondusivitas Wilayah Serta Stabilitas Sosial dan Keamanan

LBMK Imbau Wilayah Kaltim Agar Selalu Menjaga Kondusivitas Wilayah Serta Stabilitas Sosial dan Keamanan

04/21/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com