Kamis, 27 Agustus 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

by Redaksi
08/27/2026
in Kaltara, Tarakan
A A
Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

TARAKAN — Detuman kayu terdengar berulang dari sebuah rumah berukuran sekitar 8 x 15 meter di Jalan Pulau Bunyu, Kampung Satu Skip, Gang Timur, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Bunyi itu datang dari alat tenun yang terus bergerak, menyusun ribuan helai benang menjadi selembar kain.

Di teras rumah, beberapa perempuan tekun bekerja. Jari-jari mereka bergerak perlahan, tetapi pasti. Benang demi benang disusun mengikuti pola yang telah dirancang. Tidak ada gerakan yang boleh sembarangan. Sedikit saja keliru, motif yang sedang dibangun bisa berubah.

Baca Juga

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

Di rumah produksi Tenun Pakis Kaltara itu, selembar kain bukan sekadar benda yang dikenakan. Ia adalah cerita tentang tanah kelahiran, identitas, dan harapan.

Di tengah aktivitas tersebut, nama Yohanes Suyanto menjadi sosok penting di balik upaya mempertahankan kerajinan tenun khas Kalimantan Utara.

Berawal dari kebutuhan keluarga pada 2018, Yohanes yang saat itu masih bekerja di sebuah perusahaan mulai menekuni dunia tenun. Kain yang dikenakannya ternyata menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, termasuk rekannya dari Malaysia.

Perhatian itu menjadi titik balik. Apa yang awalnya dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga perlahan berkembang menjadi sebuah usaha. Yohanes kemudian membentuk kelompok penenun yang beranggotakan sekitar 20 orang.

Pandemi COVID-19 sempat mengubah semuanya. Aktivitas produksi yang sebelumnya dilakukan bersama harus beradaptasi. Para penenun bekerja dari rumah masing-masing.

Namun benang tidak berhenti dirajut. Usaha tetap berjalan, meski dengan segala keterbatasan.

Bagi Yohanes, mempertahankan tenun bukan semata-mata tentang mempertahankan sebuah usaha. Ada sesuatu yang jauh lebih besar: menjaga identitas Kalimantan Utara agar tidak hilang ditelan zaman.

Karena itu, ia terus mengembangkan motif yang berangkat dari kekayaan budaya daerah. Motif pakis, tameng, bala ketupat, tabur bintang, tadu galung hingga burung enggang menjadi bagian dari karya yang dihasilkannya. Setiap motif tidak lahir secara tiba-tiba.

“Sebelum membuat motif, kami harus mempunyai gagasan dan filosofi. Setelah itu baru motif kami lahirkan,” ujar Yohanes.

Prinsip itu membuat proses penciptaan kain menjadi perjalanan yang panjang, benang harus dibentangkan, motif disusun warna diberikan. Kemudian benang dikeringkan dan disusun kembali sebelum akhirnya masuk ke proses penenunan.

Satu kain dapat membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Khusus proses menenun, dibutuhkan sekitar tujuh hari. Kesabaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan tersebut.

Yohanes pun tidak ingin tenun berhenti pada warna dan motif yang sudah ada. Ia terus melakukan inovasi. Warna-warna cerah yang sebelumnya banyak digunakan mulai dikembangkan dengan pewarna alami, menghasilkan warna biru, cokelat, abu-abu, merah bata hingga hitam.

Dari tangan para penenun, kain kemudian bertransformasi menjadi berbagai produk. Tidak hanya kain, tetapi juga tas dan beragam aksesori.

Karya-karya tersebut menembus batas Kalimantan Utara. Produk Tenun Pakis Kaltara dipasarkan hingga Jakarta dan diperkenalkan melalui berbagai kegiatan serta pameran tingkat nasional.

Namun mempertahankan warisan budaya sekaligus menghidupi masyarakat bukan perkara mudah.

Tahun ini, dampak efisiensi turut memukul penjualan. Yohanes menyebut penjualan mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen. Pesanan yang dalam satu kegiatan sebelumnya dapat mencapai 10 lembar, kini terkadang hanya sekitar lima lembar.

Angka boleh turun. Tetapi langkah Yohanes tidak berhenti. Ia tetap menenun. Ia juga tetap mengajarkan.

Di Malinau, misalnya, Yohanes pernah memberikan pelatihan kepada 54 peserta. Setelah mengikuti pelatihan selama satu bulan dua minggu, hanya satu orang yang dinilai berhasil menguasai keterampilan menenun secara utuh.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa menenun bukan keterampilan yang dapat dikuasai dalam waktu singkat. Ada kemauan yang harus dijaga, ketekunan yang harus dilatih, dan kesabaran yang harus dimiliki.

“Jangan mudah menyerah. Harus telaten dan terus belajar,” pesannya.

Di balik setiap helai kain, ada perjuangan panjang yang sering kali tidak terlihat. Ada benang yang disusun berulang kali, warna yang dipilih dengan hati-hati, motif yang sarat makna, serta waktu yang dikorbankan untuk menghasilkan sebuah karya.

Dan bagi para ibu yang tergabung dalam rumah produksi, tenun juga berarti penghasilan.

Yohanes mengakui, dukungan Bank Indonesia turut membantu keberlangsungan usaha Tenun Pakis Kaltara. Berbagai pameran dan kegiatan yang digelar Bank Indonesia menjadi ruang bagi Yohanes untuk memperkenalkan dan menjual hasil tenunnya.

Dari pameran-pameran itulah, rupiah kembali mengalir. Tidak hanya untuk usaha, tetapi juga menjadi bagian dari penghasilan para penenun yang tergabung dalam rumah produksi.

Dengan demikian, sebuah kain yang lahir dari rumah sederhana di Tarakan memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang daripada sekadar menjadi barang dagangan. Ia menghidupkan keterampilan, Ia membuka ruang penghasilan, Ia memperkenalkan budaya.

Dan yang terpenting, ia membuat warisan leluhur tetap memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat hari ini. Detuman kayu di rumah produksi itu kembali terdengar, Tak, Tak, Tak.

Ritmenya sederhana, tetapi menyimpan makna. Setiap hentakan alat tenun seolah menjadi penanda bahwa masih ada orang-orang yang memilih bertahan ketika budaya perlahan berhadapan dengan perubahan zaman.

Yohanes mungkin tidak dapat memastikan seperti apa wajah tenun Kalimantan Utara puluhan tahun mendatang. Tetapi ia terus mengerjakan bagian yang bisa dilakukannya hari ini: menciptakan motif, mengembangkan warna, melatih generasi baru, membuka pasar, dan memberi ruang bagi para penenun untuk terus berkarya.

Sebab pada akhirnya, yang sedang ditenun bukan hanya kain. Ada identitas yang sedang dijaga, Ada kehidupan yang sedang diperjuangkan, Ada harapan yang sedang dirajut.

Dan dari ribuan helai benang yang bertemu di sebuah rumah sederhana di Tarakan, Yohanes Suyanto sedang menenun masa depan agar warisan Kalimantan Utara tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenakan oleh generasi yang akan datang.(*)

Berita Lainnya

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN – Anggota DPRD Kota Tarakan, Asrin Saleh, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Baiturrohim, Tanjung...

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Aki Balak RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara,...

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN — Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., didampingi Bunda PAUD Kota Tarakan Ny. Hj. Sitti Rujiah, S.Keb., Bdn.,...

Anggota DPRD Tarakan Tegaskan Penolakan LGBT, Dorong Perda Segera Diterbitkan

Anggota DPRD Tarakan Tegaskan Penolakan LGBT, Dorong Perda Segera Diterbitkan

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN — Anggota DPRD Kota Tarakan, Asrin R. Saleh, menegaskan sikapnya menolak keberadaan dan aktivitas LGBT di Kota Tarakan, khususnya...

Aliansi Ormas Adat Tarakan Kembali Pertanyakan Perkembangan Laporan Dugaan Plesetan Pancasila

Aliansi Ormas Adat Tarakan Kembali Pertanyakan Perkembangan Laporan Dugaan Plesetan Pancasila

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN — Aliansi Ormas Adat Lokal Tarakan kembali mendatangi pihak kepolisian untuk menanyakan perkembangan laporan terkait dugaan pelecehan atau plesetan...

Polres Tarakan Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Aktivitas Judi Sabung Ayam di Juata Laut

Polres Tarakan Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Aktivitas Judi Sabung Ayam di Juata Laut

by Redaksi
08/25/2026
0

TARAKAN — Personel gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan razia dan penertiban terhadap dugaan aktivitas...

Discussion about this post

Terlaris

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

08/27/2026
Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

08/26/2026
Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

08/26/2026
Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

08/26/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com