Jumat, 11 September 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

by Redaksi
08/27/2026
in Kaltara, Tarakan
A A
Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

TARAKAN — Detuman kayu terdengar berulang dari sebuah rumah berukuran sekitar 8 x 15 meter di Jalan Pulau Bunyu, Kampung Satu Skip, Gang Timur, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Bunyi itu datang dari alat tenun yang terus bergerak, menyusun ribuan helai benang menjadi selembar kain.

Di teras rumah, beberapa perempuan tekun bekerja. Jari-jari mereka bergerak perlahan, tetapi pasti. Benang demi benang disusun mengikuti pola yang telah dirancang. Tidak ada gerakan yang boleh sembarangan. Sedikit saja keliru, motif yang sedang dibangun bisa berubah.

Baca Juga

Gubernur Kaltara Ikuti Rakor Nasional, Pencegahan Karhutla Diperkuat

Dugaan Penyerobotan Lahan di Juata Permai, Enam Pemilik Tempuh Jalur Hukum

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Di rumah produksi Tenun Pakis Kaltara itu, selembar kain bukan sekadar benda yang dikenakan. Ia adalah cerita tentang tanah kelahiran, identitas, dan harapan.

Di tengah aktivitas tersebut, nama Yohanes Suyanto menjadi sosok penting di balik upaya mempertahankan kerajinan tenun khas Kalimantan Utara.

Berawal dari kebutuhan keluarga pada 2018, Yohanes yang saat itu masih bekerja di sebuah perusahaan mulai menekuni dunia tenun. Kain yang dikenakannya ternyata menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, termasuk rekannya dari Malaysia.

Perhatian itu menjadi titik balik. Apa yang awalnya dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga perlahan berkembang menjadi sebuah usaha. Yohanes kemudian membentuk kelompok penenun yang beranggotakan sekitar 20 orang.

Pandemi COVID-19 sempat mengubah semuanya. Aktivitas produksi yang sebelumnya dilakukan bersama harus beradaptasi. Para penenun bekerja dari rumah masing-masing.

Namun benang tidak berhenti dirajut. Usaha tetap berjalan, meski dengan segala keterbatasan.

Bagi Yohanes, mempertahankan tenun bukan semata-mata tentang mempertahankan sebuah usaha. Ada sesuatu yang jauh lebih besar: menjaga identitas Kalimantan Utara agar tidak hilang ditelan zaman.

Karena itu, ia terus mengembangkan motif yang berangkat dari kekayaan budaya daerah. Motif pakis, tameng, bala ketupat, tabur bintang, tadu galung hingga burung enggang menjadi bagian dari karya yang dihasilkannya. Setiap motif tidak lahir secara tiba-tiba.

“Sebelum membuat motif, kami harus mempunyai gagasan dan filosofi. Setelah itu baru motif kami lahirkan,” ujar Yohanes.

Prinsip itu membuat proses penciptaan kain menjadi perjalanan yang panjang, benang harus dibentangkan, motif disusun warna diberikan. Kemudian benang dikeringkan dan disusun kembali sebelum akhirnya masuk ke proses penenunan.

Satu kain dapat membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Khusus proses menenun, dibutuhkan sekitar tujuh hari. Kesabaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan tersebut.

Yohanes pun tidak ingin tenun berhenti pada warna dan motif yang sudah ada. Ia terus melakukan inovasi. Warna-warna cerah yang sebelumnya banyak digunakan mulai dikembangkan dengan pewarna alami, menghasilkan warna biru, cokelat, abu-abu, merah bata hingga hitam.

Dari tangan para penenun, kain kemudian bertransformasi menjadi berbagai produk. Tidak hanya kain, tetapi juga tas dan beragam aksesori.

Karya-karya tersebut menembus batas Kalimantan Utara. Produk Tenun Pakis Kaltara dipasarkan hingga Jakarta dan diperkenalkan melalui berbagai kegiatan serta pameran tingkat nasional.

Namun mempertahankan warisan budaya sekaligus menghidupi masyarakat bukan perkara mudah.

Tahun ini, dampak efisiensi turut memukul penjualan. Yohanes menyebut penjualan mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen. Pesanan yang dalam satu kegiatan sebelumnya dapat mencapai 10 lembar, kini terkadang hanya sekitar lima lembar.

Angka boleh turun. Tetapi langkah Yohanes tidak berhenti. Ia tetap menenun. Ia juga tetap mengajarkan.

Di Malinau, misalnya, Yohanes pernah memberikan pelatihan kepada 54 peserta. Setelah mengikuti pelatihan selama satu bulan dua minggu, hanya satu orang yang dinilai berhasil menguasai keterampilan menenun secara utuh.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa menenun bukan keterampilan yang dapat dikuasai dalam waktu singkat. Ada kemauan yang harus dijaga, ketekunan yang harus dilatih, dan kesabaran yang harus dimiliki.

“Jangan mudah menyerah. Harus telaten dan terus belajar,” pesannya.

Di balik setiap helai kain, ada perjuangan panjang yang sering kali tidak terlihat. Ada benang yang disusun berulang kali, warna yang dipilih dengan hati-hati, motif yang sarat makna, serta waktu yang dikorbankan untuk menghasilkan sebuah karya.

Dan bagi para ibu yang tergabung dalam rumah produksi, tenun juga berarti penghasilan.

Yohanes mengakui, dukungan Bank Indonesia turut membantu keberlangsungan usaha Tenun Pakis Kaltara. Berbagai pameran dan kegiatan yang digelar Bank Indonesia menjadi ruang bagi Yohanes untuk memperkenalkan dan menjual hasil tenunnya.

Dari pameran-pameran itulah, rupiah kembali mengalir. Tidak hanya untuk usaha, tetapi juga menjadi bagian dari penghasilan para penenun yang tergabung dalam rumah produksi.

Dengan demikian, sebuah kain yang lahir dari rumah sederhana di Tarakan memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang daripada sekadar menjadi barang dagangan. Ia menghidupkan keterampilan, Ia membuka ruang penghasilan, Ia memperkenalkan budaya.

Dan yang terpenting, ia membuat warisan leluhur tetap memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat hari ini. Detuman kayu di rumah produksi itu kembali terdengar, Tak, Tak, Tak.

Ritmenya sederhana, tetapi menyimpan makna. Setiap hentakan alat tenun seolah menjadi penanda bahwa masih ada orang-orang yang memilih bertahan ketika budaya perlahan berhadapan dengan perubahan zaman.

Yohanes mungkin tidak dapat memastikan seperti apa wajah tenun Kalimantan Utara puluhan tahun mendatang. Tetapi ia terus mengerjakan bagian yang bisa dilakukannya hari ini: menciptakan motif, mengembangkan warna, melatih generasi baru, membuka pasar, dan memberi ruang bagi para penenun untuk terus berkarya.

Sebab pada akhirnya, yang sedang ditenun bukan hanya kain. Ada identitas yang sedang dijaga, Ada kehidupan yang sedang diperjuangkan, Ada harapan yang sedang dirajut.

Dan dari ribuan helai benang yang bertemu di sebuah rumah sederhana di Tarakan, Yohanes Suyanto sedang menenun masa depan agar warisan Kalimantan Utara tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenakan oleh generasi yang akan datang.(*)

Berita Lainnya

Gubernur Kaltara Ikuti Rakor Nasional, Pencegahan Karhutla Diperkuat

Gubernur Kaltara Ikuti Rakor Nasional, Pencegahan Karhutla Diperkuat

by Redaksi
09/10/2026
0

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan...

Dugaan Penyerobotan Lahan di Juata Permai, Enam Pemilik Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Penyerobotan Lahan di Juata Permai, Enam Pemilik Tempuh Jalur Hukum

by Redaksi
09/10/2026
0

TARAKAN – Persoalan dugaan klaim dan penyerobotan lahan kembali mencuat di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Sebanyak...

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Semangat memperingati HUT ke-81 TNI diwujudkan Kodim 0907/Tarakan melalui aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Bersama pemerintah dan masyarakat,...

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan...

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) Kaltara terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar, termasuk...

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mencatat kebutuhan tenaga pendidik masih belum terpenuhi. Hingga Desember 2026, kekurangan guru di...

Next Post
NasDem Kaltara Tancap Gas Menuju Pemilu 2029, Konsolidasi Struktur Digelar 28–30 Agustus

NasDem Kaltara Tancap Gas Menuju Pemilu 2029, Konsolidasi Struktur Digelar 28–30 Agustus

Perkuat Sinergi Kamtibmas, DPW JWI Kaltara Gelar Silaturahmi Perdana dengan Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas

Perkuat Sinergi Kamtibmas, DPW JWI Kaltara Gelar Silaturahmi Perdana dengan Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas

Sidak Pasar, Wali Kota Tarakan Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil

Sidak Pasar, Wali Kota Tarakan Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil

Discussion about this post

Terlaris

Gubernur Kaltara Ikuti Rakor Nasional, Pencegahan Karhutla Diperkuat

Gubernur Kaltara Ikuti Rakor Nasional, Pencegahan Karhutla Diperkuat

09/10/2026
Dugaan Penyerobotan Lahan di Juata Permai, Enam Pemilik Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Penyerobotan Lahan di Juata Permai, Enam Pemilik Tempuh Jalur Hukum

09/10/2026
Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

09/09/2026
Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

09/09/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com