TARAKAN – Hampir 600 siswa SMP se-Kota Tarakan mengikuti kegiatan Pendidikan Agama Islam (PAI Fair) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Tarakan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu upaya membentuk karakter peserta didik sekaligus mengembangkan potensi dan kreativitas siswa di bidang keagamaan.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Tarakan, Abdul Rahman, S.Pd.I., mengatakan, PAI Fair tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter siswa melalui kegiatan positif, khususnya di bidang seni dan keagamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat, meningkatkan daya saing, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan kepribadian yang baik.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni dan karakter yang positif. Melalui kegiatan ini, mereka bisa menyalurkan potensi sekaligus melakukan hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Abdul Rahman menjelaskan, PAI Fair tingkat SMP dilaksanakan secara langsung di tingkat kota dengan melibatkan peserta dari masing-masing sekolah. Terdapat sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tahfiz Al-Qur’an, pidato, cerita Islami, kaligrafi, azan, Cerdas Cermat Agama (CCA), hadrah, dan rebana.
Sementara itu, pelaksanaan tingkat SD berlangsung melalui seleksi antargugus. Dari sekitar 350 hingga 360 peserta yang mengikuti seleksi tingkat gugus, nantinya dipilih sekitar 72 hingga 76 siswa terbaik untuk berlaga di tingkat kota. Berbeda dengan SMP, tingkat SD melaksanakan kegiatan lebih awal, yakni mulai 27 Oktober dan berakhir pada 29 Oktober 2026.
Ia menyebutkan, jumlah peserta tingkat SMP mencapai sekitar 560 siswa. Jumlah tersebut termasuk peserta lomba beregu seperti hadrah dan rebana yang melibatkan lebih banyak siswa dalam satu kelompok.
Abdul Rahman menambahkan, PAI Fair dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kesinambungan pembinaan generasi muda. Berbeda dengan ajang di tingkat provinsi maupun nasional yang pelaksanaannya dua tahun sekali, MGMP PAI Tarakan berupaya memberikan kesempatan kepada siswa setiap tahunnya untuk berkompetisi dan mengembangkan kemampuan.
Untuk hasil perlombaan, sebagian besar pemenang telah ditetapkan melalui surat keputusan. Namun, masih terdapat satu cabang lomba, yakni cerita Islami, yang proses penilaiannya masih berlangsung oleh dewan hakim. Penilaian dilakukan secara lebih mendalam dengan melibatkan tiga orang juri yang berasal dari kalangan akademisi atau dosen.
Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Aziz, tersebut diselenggarakan MGMP PAI dengan dukungan Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Abdul Rahman mengungkapkan, pelaksanaan tahun ini turut menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran sehingga pembiayaan lebih banyak dimaksimalkan melalui kontribusi masing-masing sekolah dan dukungan dana BOS sesuai ketentuan.(*)











Discussion about this post