TARAKAN — Pengembangan lahan jagung di Kalimantan Utara terus menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan Mei 2026, luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 244 hektare dari total 842 hektare lahan yang telah dipetakan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani.
Perkembangan penanaman jagung itu disampaikan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Jalan Tanjung Pasir, Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur, Sabtu (16/5/2026).
Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abadhy, mengatakan perluasan lahan tanam terus dilakukan di sejumlah wilayah di Kaltara.
“Dari total lahan yang dipetakan seluas 842 hektare, saat ini sekitar 244 hektare sudah berhasil ditanami jagung,” ujar Kapolda.
Menurutnya, program tersebut mulai memberikan dampak terhadap peningkatan produksi jagung di daerah. Berdasarkan data Bulog, serapan hasil panen jagung di Kalimantan Utara sejauh ini mencapai 19,87 ton.
Sementara itu, lahan binaan Polres Tarakan seluas 0,5 hektare juga mulai memasuki masa panen dengan hasil sekitar 500 kilogram jagung.
Kapolda menegaskan, penguatan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian melalui pendampingan kepada kelompok tani dan pemanfaatan lahan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalimantan Utara turut menyerahkan bantuan mesin pipil jagung kepada kelompok tani, serta bantuan bibit dan pupuk guna mendukung peningkatan hasil pertanian masyarakat.
Program pengembangan jagung ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Utara.(*)











Discussion about this post