Kamis, 27 Agustus 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Tarakan

Peringatan Nyepi di Bulungan, Umat Hindu Jalankan Catur Brata Penyepian

by Redaksi
03/19/2026
in Tarakan
A A
Peringatan Nyepi di Bulungan, Umat Hindu Jalankan Catur Brata Penyepian

TANJUNG SELOR – Umat Hindu di Bulungan memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada hari ini  Kamis, 19 Maret. Sehari sebelumnya, malam Rabu (18/3), telah dilaksanakan ritual Pengerupukan atau Tawur Kesanga sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bulungan, I Wayan Witra, menjelaskan bahwa pada Hari Nyepi umat menjalankan catur brata penyepian, yaitu empat larangan utama.

Baca Juga

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

“Catur brata itu ada empat, yakni amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelangunan,” ujarnya, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan, amati geni berarti tidak menyalakan api yang dimaknai sebagai upaya menahan emosi dan hawa nafsu.

“Bukan sekadar tidak menyalakan api, tapi bagaimana kita menahan diri dan tidak bersikap ‘berapi-api’,” jelasnya.

Selain itu, umat juga tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak menikmati hiburan (amati lelangunan).

Selama Nyepi, umat Hindu lebih fokus pada introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Meski demikian, penerapan aturan dilakukan secara bijak. “Tidak harus absolut, misalnya bagi yang memiliki anak kecil masih ada toleransi,” tambahnya.

Witra juga menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Nyepi berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. “Kita selalu menjaga toleransi dan saling menghormati,” katanya.

Sementara itu, ritual tawur kesanga  yang sudah dilakukan sebelumnya sambung dia  bertujuan untuk mengusir kekuatan negatif (Bhuta Kala) dari lingkungan.

Tradisi ini biasanya ditandai dengan pawai ogoh-ogoh, penyebaran nasi tawur, serta bunyi-bunyian untuk menciptakan suasana ramai.

Rangkaian Nyepi sebelumnya diawali dengan upacara Melasti sebagai simbol penyucian diri dan alam.

Tahun ini, Nyepi mengusung tema Wasudewa Kutumbakam yang berarti “satu bumi, satu saudara”. (SB)

Berita Lainnya

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

by Redaksi
08/27/2026
0

TARAKAN — Detuman kayu terdengar berulang dari sebuah rumah berukuran sekitar 8 x 15 meter di Jalan Pulau Bunyu, Kampung...

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN – Anggota DPRD Kota Tarakan, Asrin Saleh, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Baiturrohim, Tanjung...

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Aki Balak RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara,...

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN — Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., didampingi Bunda PAUD Kota Tarakan Ny. Hj. Sitti Rujiah, S.Keb., Bdn.,...

Anggota DPRD Tarakan Tegaskan Penolakan LGBT, Dorong Perda Segera Diterbitkan

Anggota DPRD Tarakan Tegaskan Penolakan LGBT, Dorong Perda Segera Diterbitkan

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN — Anggota DPRD Kota Tarakan, Asrin R. Saleh, menegaskan sikapnya menolak keberadaan dan aktivitas LGBT di Kota Tarakan, khususnya...

Aliansi Ormas Adat Tarakan Kembali Pertanyakan Perkembangan Laporan Dugaan Plesetan Pancasila

Aliansi Ormas Adat Tarakan Kembali Pertanyakan Perkembangan Laporan Dugaan Plesetan Pancasila

by Redaksi
08/26/2026
0

TARAKAN — Aliansi Ormas Adat Lokal Tarakan kembali mendatangi pihak kepolisian untuk menanyakan perkembangan laporan terkait dugaan pelecehan atau plesetan...

Next Post
Kurir Sabu 785 Gram di Tarakan Terancam 20 Tahun Penjara, Polisi Klaim Selamatkan Ribuan Jiwa

Kurir Sabu 785 Gram di Tarakan Terancam 20 Tahun Penjara, Polisi Klaim Selamatkan Ribuan Jiwa

Jamaah Muhammadiyah Tarakan Khusyuk Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H di Tengah Guyuran Hujan

Jamaah Muhammadiyah Tarakan Khusyuk Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H di Tengah Guyuran Hujan

Wali Kota Tarakan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Momentum Idul Fitri

Wali Kota Tarakan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Momentum Idul Fitri

Discussion about this post

Terlaris

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

Menjaga Warisan, Menenun Harapan, Sehelai Tenun, Sejuta Cerita

08/27/2026
Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

Asrin Saleh Hadiri Maulid Nabi di Tanjung Pasir, Dorong Penguatan Kerukunan Warga

08/26/2026
Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Karhutla Melanda Juata Kerikil, Api Berhasil Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

08/26/2026
Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

Pemkot Tarakan Dorong Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program KEJAR

08/26/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com