Bulungan – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) menggelar kegiatan silaturahmi dan obrolan santai bersama civitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta organisasi Kelompok Cipayung Plus se-Kabupaten Bulungan, Jumat (8/5/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA hingga 22.00 WITA tersebut dilaksanakan di Cafe RN, Jalan Ulin, Kabupaten Bulungan, dan dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai organisasi mahasiswa.
Adapun organisasi yang hadir di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulungan, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kaltara, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kaltara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kaltara, serta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) DPC Bulungan.
Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan pandangan dan kritik konstruktif terkait hubungan mahasiswa dengan aparat kepolisian, pembangunan daerah, hingga keterbukaan informasi publik.
Perwakilan PKC PMII Kaltara, Nur Ikhsan, menegaskan bahwa ruang komunikasi antara mahasiswa dan aparat sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat dalam iklim demokrasi di daerah.
“Kami bangga karena kepolisian masih membuka ruang komunikasi yang baik dengan mahasiswa. Di Kalimantan Utara, khususnya di Bulungan, komunikasi seperti ini rutin dilakukan bersama kelompok Cipayung maupun BEM,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tindakan represif aparat terhadap aksi demonstrasi yang sempat terjadi di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap mahasiswa saat menyampaikan aspirasi tidak seharusnya terjadi.
“Mahasiswa merupakan mitra kritis sekaligus mitra pembangunan. Karena itu, kami berharap hubungan baik antara mahasiswa dan kepolisian di Kalimantan Utara tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Tanjung Selor, Zulfikar, menyoroti persoalan tumpang tindih kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang dinilai berpotensi menimbulkan problem kebijakan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal pembangunan daerah agar berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Selain itu, ia juga mempertanyakan mekanisme penyampaian aspirasi mahasiswa, termasuk apakah cukup dilakukan di tingkat Polres Bulungan atau harus langsung ke Polda Kaltara.
Zulfikar turut menyinggung minimnya keterbukaan informasi publik terhadap sejumlah kasus yang menjadi perhatian mahasiswa.
“Seharusnya ada keterbukaan informasi terhadap penanganan perkara di Polda Kaltara. Jika tertutup, hal ini bisa menjadi bom waktu dan menciptakan citra buruk bagi institusi kepolisian,” katanya.
Di sisi lain, Ketua GAMKI Bulungan, Denis Yosafat, menyoroti lambannya penanganan sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik, termasuk dugaan kasus ijazah yang hingga kini dinilai belum memiliki kepastian hukum.
“Sampai hari ini kasus dugaan ijazah tersebut masih menjadi asumsi liar publik karena belum terlihat kejelasan proses hukumnya. Kami berharap perkara ini tidak selesai hanya di meja internal tanpa keterbukaan kepada masyarakat,” ungkap Denis.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur Intelkam Polda Kaltara menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, kritik, serta motivasi kepada masyarakat.
Pihak kepolisian, lanjutnya, mendukung seluruh kegiatan mahasiswa selama tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kepolisian tidak datang untuk membatasi ataupun mengamputasi gerakan mahasiswa. Kami hadir untuk mengawal kegiatan-kegiatan mahasiswa selama tidak melanggar hukum atau mengandung unsur tindak pidana,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa bukanlah musuh aparat, melainkan mitra kritis dalam pembangunan daerah dan pengawasan jalannya pemerintahan maupun institusi kepolisian.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian menyampaikan bahwa Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara saat ini masih berada dalam tahap pembangunan, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan mahasiswa untuk mengawal arah pembangunan daerah.
“Kami terus berbenah dan ingin memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat sesuai aturan dalam pelaksanaan tugas. Karena itu, kami berharap sinergi dengan mahasiswa tetap terjaga demi pembangunan Kalimantan Utara,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post