Tarakan- Pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalimantan Utara (Kaltara) Periode 2025-2030, di gelar di aula Hotel Lotus Panaya, Kamis (8/01/2036) sore tadi.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Sekjen DPP APKASINDO, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Kaltara, Kepala DPKP Kaltara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangn, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltara, jajaran perwakilan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit se-Kaltara dan segenap tamu undangan lainnya.
Muhammad Khoiruddin resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPW APKASINDO Kaltara. Pengukuhan dilaksanakan oleh Sekjen DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino.
Dikatakan Muhammad Khoiruddin, selaku Ketua Pengurus Asosiasi Kaltara bahwa hari ini ia tentunya memikul tanggung jawab cukup besar dan menyampaikan terima kaish atas kepada semua yang bekennan hadir dalam acara pengukuhan tersebut. Ia menyampaikan jika amanah yang diemban hari ini bukan tentang jabatan melainkan sebuah pelayanan.
“Saya bersama kader atau anggota akan berkomitmen menjaga kepercayaan kerja keras dan penuh tranparansi demi kemajuan yang bersam,” terangnya.
Dimana APKASINDO merupakan wadah perjuangan petani sawit. Sehingga organisasi ini menjadi rumah besar bagi seluruh petani sawit Kaltara. Organisasi ini lanjutnya juga menjadi wadah perjuangan aspirasi dalam memperjuangkan harga yang adil dan memastikan perlindungan hukum bagi petani kecil.
“Kami tak bisa jalan sendiri-sendiri. Butuh persatuan agar suara kita didengar dan ini jadi satu-satunya wadah,” paparnya.
Dilanjutkannya, sinergi dengan pemerintah dan sektor lainnya akan tetap dilanjutkan. APKASINDO di sini memposisikan sebagai mitra strategis dan siap mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satunya akan fokus pada investasi sumber daya manusia. Salah satu program kerja yang akan dilaksanakan adalah bagaimana meningkatkan SDM dan pendampingan beasiswa. Tahun lalu 4.000 porsi diberikan beasiswa kepada anak petani.
“Kita harapkan mereka menjadi delegasi putra daerah setelah menjalani pendidikan bisa memajukan perkebunan sawit Kaltara,” harapnya.
Tentu pihaknya komitmen akan memperkuat pendampingan bagi petani agar bisa mendapatkan hak sama.
“Karena di Kaltara dengan keterbatasan SDM dan teknologi, keterbatasan wilayah yang luas gografisnya, APKASINDO hadir melakukan pendampingn di antaranya dukungan pendanaan,” ujarnya.
APKASINDO juga siap menjadi katalisator menjembatani hubungan antara petani, perusahaan dan pemerintah daerah. Di antaranya, ikut juga berkontribusi dengan kehadiran setiap bulan dalam rapat penetuan harga tandan buah sawit (TBS).(*)














Discussion about this post